Orang yang awam dengan dunia konstruksi mungkin belum familiar pada istilah apa itu bronjong. Padahal, bronjong sendiri cukup populer dan banyak diaplikasikan dalam berbagai macam pekerjaan konstruksi. Istilah ini mengacu pada suatu teknik konstruksi dalam pembuatan konstruksi dasar suatu bangunan. Konstruksi dasar yang kuat menjadi syarat utama sebuah gedung atau rumah dapat berdiri kokoh sehingga tetap aman di segala kondisi cuaca. Salah satu cara membuat konstruksi dasar yang kuat adalah menggunakan teknik bronjong. Lantas apa yang dimaksud dengan bronjong, apa saja fungsinya, dan bagaimana cara pemasangannya? Kami akan membahasnya secara lengkap pada ulasan berikut. Apa Itu Bronjong Bronjong dapat didefinisikan sebagai anyaman kawat baja berbentuk kubus atau balok yang diisi dengan batu-batuan berukuran besar. Kawat baja yang digunakan pada bronjong umumnya dilapisi seng atau galvanis. Karena berbentuk anyaman, maka bronjong terlihat seperti keranjang yang mana di dalamnya terdapat batu, beton, ataupun tanah dan pasir. Bronjong juga dikenal dengan sebutan gabion. Dalam pekerjaan konstruksi, teknik ini dimanfaatkan sebagai pondasi. Diantara karakteristik apa itu bronjong adalah sifatnya fleksibel namun keras serta memiliki pori-pori. Pori-pori tersebut memungkinkan bronjong dapat menahan angin, gelombang, serta air dengan baik karena terserap ke dalam pori-porinya. Inilah mengapa anyaman kawat baja tersebut sangat baik digunakan sebagai pondasi di area tebing hingga tepi sungai untuk mencegah erosi akibat angin maupun air. Di samping itu, ada juga yang memanfaatkan teknik ini dalam pembuatan pagar hingga pondasi bangunan. Anyaman kawat baja pada bronjong menggunakan besi berlapis seng atau galvanis sehingga sangat kuat. Karena kekuatan itulah, maka untuk menganyam dan membentuk apa itu bronjong memerlukan tenaga mesin secara khusus. Penggunaan kawat baja yang dilapisi galvanis juga sangat dipertimbangkan. Karena bahan ini memiliki ketahanan yang baik sehingga tidak mudah berkarat. Baca Juga Ragam Ukuran Plat Besi KPS Steel Beserta Jenis – jenisnya Struktur Bronjong Untuk menghasilkan gabion yang kuat dan memiliki ketahanan yang baik, maka strukturnya harus benar-benar diperhatikan. Terdapat dua aspek yang sangat penting dalam struktur gabion yakni kawat dan batu, berikut penjelasannya. 1. Kawat Bronjong Satu hal untuk memahami bronjong dengan baik dimulai dari memahami anyaman kawatnya. Anyaman kawat yang digunakan sebagai “keranjang” harus terbuat dari baja berkarbon rendah yang dilapisi galvanis. Diameter kawat pada tulangan tepi berukuran 4,4 mm, sedangkan anyamannya berdiameter 3,7 mm. Sementara kawat pengikat harus berdiameter 3,0 mm dengan kekuatan tarik 41-51 kg/mm2. Tiap-tiap anyaman diberi sekat setiap 1 meter yang disatukan dengan melilitkannya menggunakan kawat pengikat pada dasar bronjong. 2. Batu Bronjong Batu-batuan yang digunakan harus batu-batu keras dan tahan lama dengan ukuran sekitar 15-25 cm. Ukurannya harus seragam setidaknya 85% dari keseluruhan. Semua batu harus disusun rapi dan tidak boleh ada yang melewati anyaman. Fungsi-Fungsi Bronjong Untuk mengenal apa itu bronjong secara utuh, Anda juga harus mengetahui apa saja fungsinya. Berikut beberapa fungsi dari bronjong yang perlu Anda ketahui 1. Penahan Longsor Fungsi awal gabion adalah sebagai penahan longsor pada tebing-tebing tanah. Selain itu, gabion juga dipasang di sisi-sisi sungai sebagai pondasi untuk mengatasi gerusan akibat air sungai. 2. Pagar Pemanfaatan gabion juga efektif untuk pagar penghalang, baik itu pada bangunan tertentu maupun sebagai pembatas lahan. Penggunaan gabion memberikan tampilan yang unik sehingga berbeda dari pagar lainnya. 3. Meja dan Bangku Fungsi apa itu bronjong lainnya yaitu sebagai struktur kaki meja maupun bangku. Selain kuat, penggunaan batu-batuan menampilkan keunikan tersendiri berkat sentuhan elemen alami 4. Patung Patung dari bronjong dapat menjadi inspirasi karya seni yang unik dan apik. Dengan pembuatan yang mudah dan cepat, Anda bisa menciptakan karya 3 dimensi bernilai seni tinggi. 5. Dinding Dinding gabion adalah inspirasi menakjubkan untuk menciptakan nuansa baru dan tidak membosankan di dalam ruangan. Elemen batu membuat Anda merasakan suasana kembali ke alam. Cara Pemasangan Bronjong Untuk menjamin kekuatan serta keamanan apa itu bronjong, pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pemasangannya Harus menggunakan kawat baja berlapis galvanis. Anyaman berbentuk segi enam dengan lilitan ganda, harus simetris dan berjarak maksimal 40 mm Lilitan harus kuat Antara kawat sisi dan kawat anyaman harus dililit paling sedikit 3 kali Bentuk pengemasan harus terdiri dari 10 unit yang diikat secara kuat dan rapi menjadi satu bendel Menggunakan kawat bertanda SNI Kelebihan dan Kekurangan Bronjong Apa itu bronjong tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Anyaman kawat baja ini sifatnya lebih fleksibel jika dibandingkan konstruksi penahan lainnya. Sehingga dapat mengikuti pergerakan tanah tanpa merusak konstruksi dasar. Kelebihan lainnya yaitu harganya yang lebih ekonomis. Inilah mengapa gabion kerap menjadi pilihan. Lapisan galvanis yang anti korosi pada kawat baja juga membuat bronjong terlindung dari karat sehingga tahan lama meskipun terkena air. Namun kekurangannya adalah konstruksi ini tidak cocok jika digunakan di area dengan air yang kadar garam dan asamnya tinggi seperti tepi laut. Selain itu, pembuatannya juga harus di lahan berukuran lebar agar berfungsi secara efektif. Untuk membuat bronjong yang kokoh, kuat, dan bertahan lama, pastikan Anda menggunakan kawat baja berkualitas. Jika Anda tertarik untuk membeli beragam besi berkualitas untuk berbagai keperluan konstruksi, pastikan memilih KPS Steel. KPS Steel menyediakan beragam jenis besi berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konstruksi Anda. Kunjungi laman produk KPS Steel untuk info selengkapnya. Baca Juga Ukuran Wiremesh KPS Steel untuk Berbagai Kebutuhan Konstruksi Anda juga dapat mengikuti informasi terkini seputar dunia konstruksi melalui blog KPS Steel. Lakukan pemesanan secara online untuk produk yang Anda butuhkan melalui link ini.Sebelumlatihan angkat beban cari tahu terlebih dahulu cara angkat barbel yang benar.Tujuannya agar Anda tidak mengalami cedera. Yuk, simak.. Csatlakozás a csoporthoz 15 Feb 2021 — Your Jkttogel live images are ready Tutorial pasti cara Pendaftaran dan Kendaraan main di Jkt Togel JKTTOGEL | Facebook JKTTOGEL merupakan situs bandar togel online dan games casino termasuk Roulette Online
Jikaanda tertarik ingin memasang BRONJONG silahkan kontak kami dengan nomor dibawah ini : Batu Bronjong Kokoh dan Kuat. Hubungi Kami : www.megahbeton.com. PT MEGAH BETON INDONUSA. HP : 0857-7240-2153. HP: 0878-7240-2949. HP: 0852-1269-7419. WA: 0812-1810-6267.Baut & Perkakas Blog single post caption 1 Apa itu bronjong? Apakah Anda pernah mendengar istilah ini? Orang awam yang tidak berkecimpung di dunia arsitektur atau teknik sipil pasti baru pertama kali mendengarnya. Bronjong bisa disebut sebagai “benteng pertahanan” yang dibuat supaya tanah tidak longsor. Keberadaannya diharapkan dapat menjaga posisi tanah tetap berada di tempatnya. Pada kesempatan kali ini Anda akan diajak untuk mengenali lebih jauh apa itu bronjong, seperti manfaat, ukuran yang digunakan, hingga keunggulan dan kekurangannya. Simak informasinya di bawah ini sampai selesai. Apa Itu Bronjong? Bronjong adalah sebuah anyaman kawat baja galvanis yang berisi batu-batu besar. Anyaman kawat ini dapat dibuat menjadi beberapa bentuk seperti balok, prisma, dan silinder. Pembuatannya tidak bisa dilakukan oleh manusia. Alasannya karena kawat yang digunakan cukup tebal. Bisa saja manusia yang menganyam kawat tersebut. Namun kemungkinan besar hasilnya baru terlihat setelah lewat beberapa bulan. Maksudnya pengerjaan satu anyaman dengan tenaga manusia pasti memakan waktu yang sangat lama. Itu sebabnya bronjong dibuat menggunakan mesin. Bronjong sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Anda yang tinggal di dekat sungai atau kali besar sudah pasti pernah melihatnya. Bronjong memang sengaja ditaruh pada area bendungan, sungai, saluran irigasi, tembok jembatan darurat, dan check dam supaya tanah di sekitarnya tidak terguncang. Bronjong atau yang juga lebih dikenal sebagai gabion memiliki tugas untuk mencegah tanah longsor dan erosi. Penempatan bronjong diharapkan dapat meminimalisir korban yang berjatuhan ketika longsor terjadi. Baca juga 5 Perbedaan Irigasi dan Drainase yang Perlu Anda Ketahui Manfaat Bronjong Sudah sempat disebutkan sebelumnya bahwa keberadaan bronjong berguna sebagai “benteng pertahanan” yang menjaga tanah agar tidak bergeser. Namun manfaat bronjong lebih dari itu. Berikut manfaat-manfaat lain yang dimiliki bronjong Menjaga pilar-pilar jembatan supaya tidak terkikis oleh aliran air. Menjaga tanah dari erosi dan longsor sehingga kejadian yang buruk dapat dicegah. Menjadi media pemecah ombak atau arus yang deras supaya tidak terjadi abrasi. Membuat struktur tanah tetap kokoh, bahkan lebih kuat lagi dari sebelumnya. Berguna sebagai penghalang kebisingan. Berguna sebagai “tembok pelindung” pada area-area rawan terendam banjir. Ukuran Bronjong Sesuai SNI Bronjong sudah digunakan sejak sangat lama. Tugasnya yang sangat penting membuat bronjong harus melewati berbagai pengukuran dan uji kelayakan. Semua pembuatan bronjong seperti bentuk, jenis, dan ukuran kawat yang digunakan harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia SNI. Menurut SNI-03-0090-1999 Bronjong Kawat, ukuran kawat terbagi menjadi dua, yaitu bentuk I dan bentuk II. Berikut kedua tabel ukurannya. Tabel Ukuran Kawat Bentuk I Kode Ukuran Kapasitas Panjang Lebar Tinggi A 2 m 1 m 1 m 2 m3 B 3 m 1 m 1 m 3 m3 C 4 m 1 m 1 m 4 m3 D 2 m 1 m 0,5 m 1 m3 E 3 m 1 m 0,5 m 1,5 m3 F 4 m 1 m 0,5 m 2 m3 Tabel Ukuran Kawat Bentuk II Kode Ukuran Kapasitas Panjang Lebar Tinggi G 6 m 2 m 0,17 m 2,04 m3 H 6 m 2 m 0,23 m 2,76 m3 I 6 m 2 m 0,30 m 3,60 m3 Tabel di atas menunjukkan ada beberapa ukuran yang bisa digunakan ketika akan membuat bronjong. Ukuran tersebut baru kawatnya saja. Untuk anyaman bronjongnya memiliki ukuran yang lain. Kawat bentuk I memiliki ukuran anyaman bronjong sebesar 80 mm x 100 mm dengan diameter 2,70 mm. Kawat bentuk II memiliki ukuran anyaman bronjong sebesar 60 mm x 80 mm dengan diameter 2 mm. Baca juga Ini 7 Cara Pasang Bronjong yang Benar untuk Anda Ketahui Keunggulan dan Kekurangan Bronjong Setiap produk, desain, ataupun rancangan memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Sama halnya seperti bronjong atau gabion. Tidak hanya kuat untuk menahan ombak atau menjaga struktur tanah, bronjong memiliki keunggulan yang lain. Namun meskipun sangat kuat, bronjong juga tetap memiliki kekurangan. Penasaran apa saja keunggulan dan kekurangannya? Perhatikan informasinya baik-baik berikut ini. Keunggulan Bronjong Bronjong memiliki beberapa keunggulan yaitu 1. Daya Tahan Sangat Kuat Apakah Anda ingat bahwa kawat yang digunakan untuk membuat bronjong adalah kawat baja galvanis? Benar! Kawat baja galvanis digunakan karena ketahanannya terhadap korosi atau karat. Itu sebabnya bronjong memiliki daya tahan yang sangat kuat meskipun terkena air dan berada di tempat lembap. Selain kawat, keberadaan batu-batu besar di dalamnya juga dapat menahan ombak atau arus air yang sangat kuat seperti banjir. Batu-batu besar ini disusun sedemikian rupa supaya dapat menahan tanah yang bergeser. Jadi soal daya tahannya bronjong tidak perlu diragukan lagi. Baca juga Ukuran Bronjong Batu Kali 2. Ramah Lingkungan Bronjong hanya terdiri dari dua bahan yaitu kawat dan batu. Oleh karena itu penggunaannya tidak akan merusak lingkungan sekitar. Batu yang digunakan sebagai pengisinya merupakan batu alami untuk mendukung pertumbuhan vegetasi. 3. Ekonomis Tugas bronjong untuk menjaga struktur tanah tetap kuat atau sebagai pemecah ombak sebenarnya bisa digantikan oleh bahan-bahan lainnya. Namun bronjong lebih sering dipilih karena harganya yang terbilang ekonomis. Bahan lain seperti beton memiliki harga yang lebih tinggi dari bronjong. 4. Fleksibel Fleksibel yang dimaksud di sini tentu bukan batu-batunya. Fleksibel yang dimaksudkan ialah bronjong yang dapat berbaur dengan lingkungan sekelilingnya. Bronjong dapat mengikuti struktur tanah tanpa merusak konstruksi. Kekurangan Bronjong Selain keunggulan, bronjong juga memiliki kekurangan yaitu 1. Membutuhkan Lahan Luas Bronjong harus dibuat dalam lahan yang sangat luas. Hal ini perlu dilakukan supaya daya tahan bronjong maksimal dalam menahan ombak dan struktur tanah. 2. Tidak Tahan dengan Air Asam Tinggi Meskipun kawat galvanis sudah dilapis dengan cairan anti karat, tingkat air asam yang tinggi menjadi pengecualian. Kawat galvanis tetap bisa berkarat ketika ditempatkan pada area yang memiliki kadar asam atau garam yang tinggi. Jadi setiap bronjong yang ingin dibuat harus disesuaikan dengan area penempatannya. Kesimpulan Itu dia informasi mengenai bronjong. Sekarang Anda sudah memahaminya secara keseluruhan, bukan? Mencari bronjong juga tidak sulit. Lingkungan tempat tinggal Anda pasti menjualnya. Namun jika Anda ingin membuatnya sendiri sebagai dekorasi di depan rumah maka hal ini bisa dilakukan. Siapkan semua peralatan yakni kawat, gunting kawat, dan batu-batu kali. Semuanya bisa Anda dapatkan di KlopMart. Apakah harga gunting kawat di KlopMart mahal? Tentu tidak! Anda bisa menemukan harga yang bersaing di KlopMart. Anda bahkan bisa membandingkan harga yang satu dengan yang lain. Kalau begitu langsung saja kunjungi website KlopMart dan dapatkan barang yang Anda butuhkan. Kebingungan mencari barang-barang dengan kualitas yang tepat? Silakan menghubungi tim KlopMart untuk berkonsultasi sekarang juga! Semoga semua informasi mengenai apa itu bronjong bermanfaat bagi Anda. Sumber artikel Atap & Lantai Mana yang Lebih Baik Paving Block vs Cor? Ini Penjelasannya Selengkapnya Cat dan Kimia Apa Itu Wall Cladding? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Harganya Selengkapnya Konstruksi Simak 10 Tips Bangun Rumah Hemat Biaya Selengkapnya
Pekerjaan Pemasangan Bronjong Bronjong adalah batu-batu yang diisi ke dalam jaring berbentuk keranjang yang terbuat dari besi yang telah digalvanisir yang digunakan untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi. Keranjang dari jaring tersebut mempunyai berbagai ukuran tapi pada prinsipnya untuk menciptakan suatu kepadatan, fleksibel, permeable dan membentuk suatu batuan yang besar yang disatukan oleh sebuah jaring. Bronjong digunkan untuk menstabilisasikan slope untuk mencegah longsor, disebabkan oleh erosi atau berdasarkan desain perencanaan tangga slope. Contohnya digunakan untuk tepi sungai, timbunan jalan, timbunan rel, dinding/tepi laut dan dinding penahan dari erosi dan control banjir. Seandainya bronjong mempunyai nilai ketinggian yang kecil dalam hubungannya ke dimensi lateral, ini disebut gabion mattress. Worksheet ini menggambarkan prosedur dasar dari pembangunan sebuah bronjong termasuk penggalian, pemasangan bronjong dan pelaksanaan penggalian kembali. Baca Juga Harga Kawat Bronjong Terbaru Spesialis Pembuatan dan Pemasangan Bronjong Kang Erik Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan BronjongTenaga Kerja Peralatan dan Alat bantu Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Bronjong METODE KERJA Lakukan pemasangan patok dan benang untuk menandakan daerah penggalian untuk pemasangan bronjong berdasarkan dimensi jaring dan tempat ruangan untuk pemadatan merial pada bagian luar penempatan bronjong, dianjurkan lebar tempat 500 mm diukur dari bagian bawah areabronjong. Pastikan kemiringan yang tepat dibuat padasaat penggalian, paling tidak 12 45º. Seandainya dibutuhkan gunakan penopang dan lembaran papan untuk penahan. Pastikan daerah penggalian selalu kering dengan menggunakan pompa air listrik dan generator Selama penggalian, letakkan jaring bronjong padapinggir slope dan mulai pembentukan jaring. Biasanya jaring bronjong dikirim dalam bentuk memanjang seperti ditunjukkkan pada gambar, dan dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 x 500. Bungkus jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagiantepinya menggunakan kawat yang telah digavanisir d=3 mm, jepit dan ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang Selama penggalian, letakkan jaring bronjong pada pinggir slope dan mulai pembentukan jaring. Biasanya jaring bronjong dikirim dalam bentuk memanjang seperti ditunjukkkan pada gambar, dan dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 x 500. Bungkus jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagian tepinya menggunakan kawat yang telah digavanisir d=3 mm, jepit dan ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang. Lanjutkan perletakan dan pengisian jaring bronjong dan tumpukan dan ikatkan semua sesuai dengan gambar. Semakin banyak dinding bagian dalam di dapat, maka bronjong semakin kuat, karena itu maka setiap bronjong harus diikatkan secara bersama-sama dengan sebelumnya secara sejajar. Bronjong yang diletakkan diatas untuk setiap susunan harus dihubungkan juga dengan yang lainnya. Seandainya bronjong mempunyai bentuk memanjang sisi bagian baah jaring harus dipasang daya tahan dan memperkuat struktur Rongga antara bagian belakang dinding bronjong dengan kemiringan bekas galian harus ditimbun kembali dan dilakukan pemadatan dengan menggunakan material berukuran 0-150mm. Seandainya menggunakan tamper, yaitu alat yang paling sesuai digunakan untuk memadatkan material, tuangkan material setebal 40 cm disekeliling bronjong. Ketika struktur bronjong telas selesai, pastikan semua celah disekeliling bronjong ditimbun kembali dan dipadatkan dengan baik dan semua sambungan diikatkan dengan baik Tenaga Kerja 1 Orang pengawas 2 Orang pekerja untuk melakukan setting out 1 Grup pekerja untuk melaksanakan penggalian 1 Grup pekerja untuk memasang jaring kawat bronjong, mengikat dan mengisi batu Peralatan dan Alat bantu Meteran 30 M dan 5 M Pato Kayu Papan profil Benang tukang Sekop Cangkul Temper Pompa Air dll Material Jaring dari besi yang telah digalvanisir diameter 2,5 – 3mm, ukuran jaring 120 mm Batu d>150mm Baca Juga Fungsi Dan Kegunaan Kawat Bronjong Quality Control Sebelum aktifitas dilaksanakan Pastikan Semua material, peralatan dan alat bantu lainnya tersedia dan dalam kondisi baik serta sesuai dengan spesifikasi; Pastikan setting out dilakuakan dengan benar dan berdasarkan suatu ketinggian yang telah ditentukan sebelumnya; Kontrol jaring bronjong, perletakan batuan, diameter lubang jaring, diameter kawat dan volume untuk perencanaan pekerjaan. Ketika aktifitas dilaksanakan Pastikan Semua tanah dipindahkan dari galian sampai dengan kedalaman yang tepat; Pastikan semua bongkahan dan batu-batu besar dipindahkan dari bawah tempat penggalian dan seandianya butuh ratakan dengan material yang lebih baik; Periksa dinding penggalian dan kemiringan dinding galia 12 untuk mencegah terjadinya longsor Jagalah galian agar dalam keadaan kering sebisa mungkin; Pastikan pengikat dilakukan dengan kawat yang telah digalvanisir d>3mm dan dengan jumlah kawat yang cukup; Pastikan batu dan kerikil yang digunakan mempunyai kualitas yang baik dan dengan ukuran yang sesuai; Pastikan bronjong terkunci dengan mengikatkannya secara bersamaan; pastikan dilakukan pemadatan yang cukup di sekeliling bronjong Pencegahan Akhir Pastikan bronjong diisi dengan cukup, timbunan kembali yang dibuat dipadatkan dengan baik sehingga tidak ada lagi yang masih lembek; Periksa semua sambungan yang terlihat apakah sudah terikat dengan baik Demikian kali ini pembahasan mengenai Pekerjaan Pemasangan Bronjong Dengan Metode Pelaksanaannya, Semoga bermanfaat. Terima Kasih
aggrid v21 documentation. Listrik ini disalurkan melalui 2 pair kabel UTP, bisa 1,2,3,6 atau 4,5,7,8. Selain itu disarankan juga menggunakan perangkat POE switch untuk menggabungkan IP camera-IP camera yang anda pasang, bisa menggunakan yang murah dan bagus yakni TP-LINK TL-SF1008P, karena pelistirikannya lebih stabil dengan sedikit dalam menggunakan kabel. Bronjong atau Gabion adalah sebuah konstruksi yang digunakan untuk mencegah erosi pada tanah lereng biasanya banyak digunakan pada pinggiran sungai. Namun tidak sedikit pula yang menggunakan bronjong ini sebagai tambahan estetika dari sebuah desain arsitektur. Apa itu Bronjong ? Bronjong andalah anyaman kawat baja yang berbentuk kubus atau balok dan berisi dengan batu-batuan. Biasanya digunakan sebagai dinding penahan tanah di area tebing, lereng, dan tepi sungai. Anyaman kawat baja ini berbentuk segi enam dan terikat sangat kuat karena pengerjaannya menggunakan mesin selain itu material kawat baja yang digunakan adalah kawat baja yang telah dilapis Galvanis sehingga tahan terhadap korosi. Kawat bronjong awalnya berupa lipatan-lipatan sehingga berbentuk seperti lembaran – lembaran. Sehingga perlu dilakukan perakitan agar membentuk sebuah balok atau kubus. Gambar 1. Kawat Bronjong yang belum dirakit Gambar 2. Bentuk Bronjong yang sudah dirakit Setelah itu dilakukan penyusunan sesuai dengan desain yang telah direncanakan dimulai dari dasar kemudian di lakukan pengisian material pada bronjong, dimulai dari phase 1, 2 dan seterusnya, tergantung dari jumlah dan panjang rangkai bronjong Gambar 3. Phase Pengisian Material Pada Kawat Bronjong Setelah itu dilakukan penutupan dan penyulaman kawat penutup bronjong menggunakan alat pengunci anyaman. Pastikan bahwa penyulaman telah mengunci tutup pada bronjong dengan kuat. Cara Pemasangan Bronjong Dalam proses pemasangan brojong terdapat tahapan – tahapan yang harus dilakukan dengan seksama. Berikut ini adalah tahapan dalam pemasangan bronjong. Mempersiapkan lokasi penempatan bronjong. Pada pekerjaan ini pelaksana mulai dari melakukan pembersihan lokasi, pengukuran dan pematokan area kerja, sampai dengan melakukan penggalian, pengurugan dan pemadatan tanah. Pekerjaan pengesetan bronjong dilokasi. Setelah lokasi siap, seorang pelaksana lapangan tidak bisa langsung menggunakan lokasi tersebut untuk dikerjakan pemasangan bronjong, akan tetapi harus melakukan uji mutu kepadatan tanah apakah sudah sesuai dengan spesifikasi Setelah laboratorium menghasilkan rekomendasi bahwa kepadatan tanah telah memenuhi daya dukung, maka pelaksana dapat melakukan pemasangan penyekat/pelapis bronjong yang terbuat dari ijuk atau model sekarang disebut dengan goetextile. Baru kemudian diatasnya digelar anyaman bronjong yang telah struktur bronjong biasanya cukup panjang dan tinggi, maka susunan bronjong dilakukan lapis per lapis, dan setiap lapis bronjong yang stu dengan yang lainnya harus diikat dengan kawat pengikat dan ditambah dengan dipasang angkur. Pekerjaan pengikatan rangkaian bronjong satu dengan yang lainnya. Bronjong sudah diset kemudian dipasang lapis per lapis yang dimulai dari lapisan paling bawah. Karena ukuran bronjong standar, maka untuk mencapai panjang konstruksi bronjong harus ditata berbaris dan setiap batas barisan bronjong dipasang angker penguat dari besi, dan kemudian untuk mengikatkan satu bronjong dengan bronjong yang lain diikat dengan menggunakan kawat pengikat, demikian juga untuk lapisan pertama dengan lapisan ke dua harus diikat dengan kokoh, agar tidak terjadi pergeseran bronjong setelah dilakukan pengisian. Tahap pengujian kekokohan rakitan bronjong Kawat bronjong yang telah dirangkai dan sudah diikat satu dengan yang lain, sebelum dilakukan pengisian material, bronjong harus diuji kekokohannya oleh pelaksana lapangan dan dilaporkan kepada manajer lapangan agar mendapatkan ijin untuk dilakukan pengisian material. Tahap pengisian material bronjong Bronjong yang sudah mendapatkan ijin atas kekokohan rakitan dari manajer lapangan dan dari direksi, maka bronjong mulai dilakukan pengisian. Pengisian bronjong dilakukan mulai dari rangkaian bronjong paling pinggir, dan jika gradasi material tidak seragam, maka untuk pengisian bronjong harus disusun material yang bergradasi lebih kecil dari diameter lobang kawat, diletakan ditengah-tengah dan diapit oleh material yang memenuhi syarat pengisian material bronjong, dilakukan tidak langsung diisikan penuh baru kemudian pindah ke rangkaian lainnya, melainkan bronjong diisi hingga mencapai kedalaman setengah tinggi bronjong sepanjang rangkaian, baru kemudian diisi penuh dimulai dari bronjong diisi penuh maka tidak boleh langsung ditutup, melainkan harus dilakukan pengujian kepadatan isi material. Pengujian dilakukan oleh pelaksana lapangan yang didampingi oleh manajer lapangan dan direksi. Setelah rekomendasi kepadatan dikeluarkan oleh direksi dan manajer lapangan, maka bronjong yang telah diuji tersebut boleh dilakukan penutupan dan penyulaman pengikat. Pengujian pengisian material bronjong Bronjong yang telah diisi penuh dengan material, maka harus dilakukan pengujian kepadatan, pengujian dapat dilakukan dengan melakukan pembebanan di atas bronjong, dan jika ternyata setelah dibebani dan digoyang tetap kokoh, maka bronjong dianggap telah kuat menahan beban dan dorongan beban. Sehingga rekomendasi penutupan bronjong dapat dikeluarkan oleh direksi dan manejer lapangan. Penutupan anyaman bronjong dan penyulaman. Setelah ijin kepadatan dikeluarkan oleh direksi dan manajer lapangan, maka pelaksana lapangan dapat melakukan penutupan dan pengikatan penyulaman bronjong dengan kawat pengikat. Baca Post Kami Lainnya Location Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia Phone 62-21 84995477, 84999534, 84994765 Mobile 08111116066 Fax 62-21 8463504 Email office QTA8Ng.