Indonesiasendiri saat ini menduduki peringkat ke empat sebagai produsen penghasil kopi terbesar didunia setelah Brazil, Vietnam dan Colombia. Padahal dari Tahun 1900-1990n, Indonesi sempat menajdi produsen kopi terbesar didunia bahkan mengalahkan Vietnam dan Colombia. Dalam satu hektar tanaman kopi membutuhkan sekitar 135 kg Nitrogen (yang
Kopi termasuk salah satu komoditas perkebunan yang menggiurkan. Bukan sekadar pada level nasional, melainkan juga di level internasional. Pada level nasional, kedai kopi mudah dijumpai di setiap daerah di Indonesia. Sebagian besar menggunakan produk petani / pembudidaya lokal, inilah yang membuat kaum muda tertarik untuk membudidayakan tanaman kopi karena memberi impact’ pada kultur lokal. Sementara untuk internasional, potensi ekspor kopi sangat luar biasa dan peluangnya terbuka lebar. Konsumen terbesar kopi dunia adalah masyarakat Eropa dan Amerika Utara, termasuk AS. Nah, untuk memajukan industri kopi indonesia untuk dunia, penanaman kopi haruslah baik dan benar agar menghasilkan produk yang berkualitas, yaitu biji kopi pilihan dengan cita rasa tinggi. Apa saja hal-hal yang wajib diperhatikan? Simak sampai habis. 1. Pilih Jenis Biji Kopi Hal pertama yang harus diperhatikan adalah memilih biji kopi berkualitas. Ini harus dimulai dari penentuan spesies / jenis dan varietasnya. Kopi merupakan tanaman tahunan, dengan umur produksi bisa mencapai 20 tahun. Karena itu, perlu dipikirkan untuk memilih bibit berkualitas. Sebab produksinya jangka panjang serta harus selalu menjaga kualitas produk akhirnya. Tanaman kopi terdiri atas puluhan spesies / jenis, tapi yang paling terkenal hanya empat, yaitu Kopi arabika Coffea arabica Paling disukai, karena rasanya dinilai terbaik. Buah yang matang berwarna merah terang. Rendemen persentase produk akhir dan hasil panen sekitar 18-20%. Kopi robusta Coffea canephora Lebih cepat panen daripada arabika. Buah berbentuk membulat. Warna merahnya cenderung gelap. Rendemen lebih tinggi 22%. Harga lebih murah daripada arabika. Kopi liberika Coffea liberica Pamornya masih kalah dari arabika dan robusta. Tapi bisa tumbuh baik di dataran rendah. Ukuran buahnya tak merata, dan rendemennya sangat rendah 12%. Kopi excelsa Coffea excelsa Bisa tumbuh subur di dataran rendah dan dataran tinggi, bahkan di lahan gambut. Tahan terhadap kekeringan. Kulit buahnya lembut, sehingga mudah dikupas. Di 2006, excelsa dianggap sebagai bagian dari liberika. Apapun pilihannya, Anda harus segera beraksi. Siapkan benih berkualitas! Benih bisa diperoleh melalui dua cara, yakni Pembiakan generatif menyemai biji. Pembiakan vegetatif setek, cangkok, okulasi, dan kultur jaringan. Kita fokus ke pembiakan generatif. Sebab cara ini lebih mudah dan menjadi pilihan sebagian besar petani kopi di Indonesia. Selain itu, bibit yang dihasilkan dari biji kopi mempunyai beberapa keunggulan. Misalnya, akar tunjang akan tumbuh sempurna. Dampaknya, tanaman kopi menjadi lebih kokoh. Anda bisa membeli bibit / benih kopi dalam bentuk biji di toko pertanian. Lebih aman apabila membeli dari balai penelitian pertanian / perkebunan terdekat. Soalnya sudah melalui seleksi ketat. 2. Seleksi Calon Benih Kopi Setelah memilih jenis biji kopi, seleksi alias pilah mana biji yang baik dan mana yang buruk. Berikut beberapa kriteria penilaiannya. Carilah tanaman induk dari rekan atau relasi yang lebih dulu menjadi petani kopi. Pilihlah tanaman induk yang sehat, tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika memungkinkan, tanaman induk berasal dari hasil persilangan pertama F1. Dari tanaman terseleksi tersebut, petik buah kopi berwarna merah dan sudah masak. Sebab buah kopi yang sudah masak memiliki cadangan nutrisi yang cukup untuk proses perkecambahannya nanti. Buah kopi diseleksi. Pilihlah yang masak sempurna, mulus tidak cacat, dan berukuran normal. Buah kopi hasil seleksi akan menjalani proses pembenihan, dengan tahapan sebagai berikut Kupas kulit buahnya, tapi jangan sampai ke kulit tanduk. Caranya, masukkan buah kopi ke dalam karung goni. Celupkan karung ke dalam air hingga basah semua. Angkat karung dan injak-injak. Ini akan membuat kulit buah terkelupas dengan mudah. Cuci biji kopi hingga bersih. Untuk menghilangkan lendirnya, gosok dengan abu. Rendam semua biji kopi dalam air. Buang biji yang mengapung, karena tidak lagi mengandung sel benih. Pilih biji-biji dengan ukuran hampir seragam. Jadi, buang biji yang berukuran terlalu kecil maupun terlalu besar. Pastikan biji kopi terseleksi memiliki bentuk sempurna dan mulus tidak cacat. Selanjutnya, keringkan biji dengan cara dianginkan selama 1-2 hari. Jangan dijemur di bawah sinar matahari secara langsung. Setelah itu, biji-biji kopi direndam dalam laturan fungisida anti-jamur sekitar 5 menit. Perhatikan dosis dan aturan pakainya, sesuai dengan mereknya. Jika tak langsung digunakan, biji bisa disimpan di tempat gelap, kering, dan sejuk. Tapi penyimpanan bisa menurunkan kualitas benih. Jika disimpan lebih dari 6 bulan, hanya 60-70% biji yang bisa tumbuh menjadi benih tanaman. Jika segera disemaikan, peluang tumbuh bisa mencapai 90-100%. 3. Semai Biji Kopi Kini saatnya menyemai biji kopi. Bagaimana caranya? Berikut panduannya Pilihlah tempat / lokasi persemaian yang dinaungi pohon peneduh. Buat bedengan dengan lebar 1 meter panjang menyesuaikan kondisi lahan. Bedengan dilapisi pasir halus setebal 5-10 cm. Untuk menghindari jamur, taburi bedengan dengan furadan. Bisa juga disiram larutan fungisida secukupnya. Biji-biji kopi hasil seleksi dibenamkan berbaris ke bedengan. Kedalamannya sekitar 0,5 – 1 cm. Buat larikan yang rapi. Jarak tanam 5 cm antar-larik dan 3 cm antar-baris dalam larikan 3×5. Saat dibenamkan, bagian punggung biji kopi menghadap ke atas. Biji kopi bisa ditanam dengan atau tanpa lapisan tanduk. Sebagian petani sering melepas kulit tanduk, dengan tujuan mempercepat proses perkecambahan. Untuk menjaga kelembaban, letakkan potongan jerami atau alang-alang yang berfungsi sebagai mulsa / penutup bedengan. Proses penyemaian ini harus rajin dipantau. Siram bedengan dua kali sehari pagi-sore. Di dataran tinggi yang berhawa sejuk, biji kopi mulai berkecambah pada umur 4-8 minggu. Tapi pada dataran rendah kopi liberika dan excelsa, biji bisa berkecambah lebih cepat 3-4 minggu. Ketika baru berkecambah, bagian kepalanya terlihat seperti biji bulat. Ini disebut fase serdadu. Pada fase ini, kecambah seperti berhenti tumbuh. Satu bulan kemudian, bagian kepala mulai merekah dan muncul lembar daun kecil. Jika sudah tumbuh dua lembar daun kecil, benih memasuki fase kepelan umur 2-3 bulan. Pada fase ini, benih bisa dipindah ke media lain, misalnya polybag. 4. Persiapkan Lahan Tanam Persiapan lahan mestinya dilakukan jauh-jauh hari sebelum Anda siap menanam benih kopi. Bahkan kalau lahan belum memiliki tanaman peneduh, seharusnya Anda menanamnya 2-4 tahun sebelum memulai budidaya kopi. Berbeda dari budidaya kentang yang tidak membutuhkan pohon peneduh, tanaman kopi justru sangat membutuhkannya. Fungsi pohon peneduh untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk, karena tanaman kopi tidak suka sinar matahari yang penuh dan intens. Pohon peneduh yang sering digunakan dalam budidaya kopi misalnya dadap, lamtoro, sengon, Selain melindungi tanaman kopi, pohon peneduh bisa menjadi sumber pupuk kendang melalui daun-daunnya yang berjatuhan. Lamtoro memiliki pertumbuhan cepat, sekitar 2 tahun sudah besar. Sementara pohon sengon memerlukan waktu 4 tahun agar benar-benar mampu melindungi tanaman kopi. Persiapan lahan lainnya adalah memeriksa derajat keasaman pH tanah. Ini tergantung spesies tanaman kopi yang mau dibudidayakan. Kopi arabika tumbuh subur pada tanah dengan pH 5 – 6,5. Kopi robusta akan tumbuh subur pada tanah dengan pH 4,5 – 6,5. 5. Pindahkan Kopi ke Polybag Jika lahan sudah siap, dan biji telah berkecambah pada fase kepelan, kini saatnya memindahkan ke polybag. Siapkan tempat pembibitan yang beratap paranet satu lapis. Ini untuk mencegah terik matahari dan air hujan secara langsung. Siapkan polybag, lalu diisi media tanam yang terdiri atas 1 bagian pasir, 2 bagian kompos dan 2 bagian tanah. Letakkan polybag dalam tempat pembibitan. Pindahkan benih kopi ke dalam polybag. Caranya dengan mencungkil tanahnya, bukan mencabut akarnya. Pencabutan bisa merusak akar benih kopi yang baru tumbuh. Pada tahap ini sekaligus lakukan sortasi benih. Pilihlah benih yang berakar lurus. Kalau tidak lurus biasanya akan tumbuh kerdil. Singkirkan pula benih yang kerdil; pertumbuhannya lebih lambat daripada benih-benih lainnya. Letakan polybag berbaris, dengan jarak 1 meter, untuk memudahkan perawatan. Bibit tanaman dalam polybag harus dirawat kontinyu, termasuk melakukan penyiraman 1-2 kali sehari, tergantung kelembaban tanah. Agar tumbuh subur, bibit diberi pupuk pada bulan ke-3. Pemupukan bisa menggunakan campuran kotoran sapi, air, dan urea rasio 10101. Dosisnya sekitar 1 batok kelapa / tanaman setiap minggu. Jika sudah berumur 8-9 bulan, bibit kopi bisa ditanam di area perkebunan. 6. Tanam Kopi di Lahan Jika lahan, pohon peneduh, dan bibit sudah siap, apa langkah selanjutnya? Pindahkan bibit dari polybag ke dalam lubang tanam pada areal perkebunan yang sudah disiapkan. Perhatikan hal-hal penting berikut ini Jarak tanam sebaiknya 2,75 × 2,75 m2 untuk robusta atau 2,5 × 2,5 m2 arabika. Perhatikan pula ketinggian lahan. Makin tinggi lahan, makin renggang jarak tanamnya. Makin rendah lahan, makin rapat jarak tanamnya. Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm3, dan sudah sudah dibuat 3-6 bulan sebelum penanaman. Ketika menggali lubang, pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah. Biarkan lubang tanam terbuka. Dua bulan sebelum penanaman, tanah galian bagian bawah dicampur dengan 200 gram belerang dan 200 gram kapur. Kemudian masukkan ke dalam lubang tanam. 1 bulan sebelum bibit ditanam, campurkan tanah galian bagian atas dengan 20 kg pupuk kompos, dan masukkan ke dalam lubang tanam. Ambil bibit kopi yang ada di polybag. Untuk mengurangi penguapan, pangkas daun-daun hingga tersisa 1/3 saja. Kini saatnya memindahkan bibit kopi ke lubang tanam. Sebelumnya, gali sedikit lubang tanam, agar seluruh perakaran bibit bisa masuk. Tutup lubang agar tanaman berdiri kokoh. Jika perlu, pasang beri ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh. 7. Siram Tanaman Kopi Sejak bibit ditanam di areal perkebunan, Anda harus rutin merawatnya. Pemeriksaan rutin bisa dilakukan dua kali per minggu. Pada masa awal umur penanaman 1-6 bulan, pemeriksaan bisa dilakukan minimal sebulan sekali. Salah satu bagian penting dalam perawatan tanaman kopi adalah penyiraman. Aktivitas ini bisa dilakukan secara berkala, meski tidak setiap hari. Tanaman kopi sebenarnya toleran dengan kondisi minim air. Namun, penyiraman tetap jangan dilupakan. Ini untuk memacu tumbuh-kembang tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman tanaman kopi dilakukan dua minggu sekali. Perlu diingat, air jangan sampai menggenang terlalu lama di sekitar batang tanaman. Hal ini bisa menyebabkan akar mudah busuk. 8. Lakukan Penyiangan Penyiangan juga dilakukan secara berkala. Dalam hal ini, daun-daun pada pohon peneduh bisa dipangkas sebagian, terutama pada musim hujan. Tujuannya agar tanah tidak terlalu lembab. Penyiangan juga dilakukan terhadap gulma, atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman kopi. Apalagi jika tanaman kopi masih berumur muda. Tujuan utama penyiangan yaitu memastikan bahwa tanaman kopi memperoleh makanan yang cukup dari humus atau unsur hara di dalam tanah. Jika tanaman liar dibiarkan, maka humus itu juga menjadi santapannya, sehingga mengurangi jatah bagi tanaman kopi. Akibatnya, tanaman kopi kekurangan zat makanan sehingga tak bisa tumbuh-kembang dengan baik. Lakukan penyiangan setiap dua minggu sekali, dan terus dilakukan hingga tanaman kopi sudah besar. Bersihkan gulma-gulma di bawah tajuk pohon kopi. Apabila tanaman kopi sudah besar, gulma-gulma yang dibersihkan bisa dimanfaatkan sebagai penutup tanah. 9. Lakukan Penyulaman Aktivitas lain yang perlu dilakukan dalam perawatan tanaman kopi adalah penyulaman. Apa itu penyulaman? Penyulaman adalah proses penggantian tanaman yang rusak atau mati dengan tanaman baru. Ini penting dilakukan untuk mempertahankan jumlah pohon kopi dalam satu areal penanaman. Penyulaman dilakukan dengan menggunakan benih kopi yang sama. Dengan perawatan lebih intensif, maka benih baru menjadi cepat tumbuh, dan segeralah semai tanaman yang sudah ada lebih dulu. 10. Beri Pupuk Untuk pemupukan, Anda memiliki dua opsi. Pertama, memakai pupuk buatan, dengan risiko produk mengandung residu bahan kimia seperti peptisida dan insektisida. Kedua, memakai pupuk kopi yang dapat menghasilkan produk, tanpa residu bahan kimia. Pupuk organik bisa diperoleh dengan cara membeli, baik dalam bentuk padat maupun cair. Jika enggan membeli, Anda bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar kebun kopi. Misalnya sisa-sisa hijauan dari pohon pelindung dan kulit buah kopi sisa pengupasan. Keduanya bisa diolah menjadi kompos atau pupuk kandang. Pupuk bisa diberikan 1-2 tahun sekali. Dosisnya sekitar 20 kg / tanaman. Buatlah lubang yang melingkari area sekitar tanaman. Masukkan kompos ke dalam lubang tersebut. Jika menggunakan pupuk buatan, caranya hampir sama. Tebarkan pupuk ke dalam lubang yang melingkari area sekitar tanaman. Ada perlakuan khusus apabila pH tanah kurang dari 4,5. Dalam hal ini, pupuk bisa dicampur 1/2 kg kapur. Tujuannya agar tanah tidak terlalu asam. Pemberian kapur dilakukan setiap 2-4 tahun. 11. Panen Kopi Jika dibudidayakan secara intensif, tanaman kopi jenis robusta mulai berbuah pada umur 2,5 – 3 tahun. Untuk kopi arabika, panen perdana bisa dilakukan saat tanaman berumur 3 – 4 tahun. Pemanenan dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Tanda buah sudah masak antara lain terjadi perubahan warna kulit buah, tergantung spesies kopinya sudah dijelaskan di bagian atas. Panen perdana biasanya belum banyak. Tetapi jangan khawatir, tanaman akan terus berbuah. Puncak produksi terjadi saat tanaman berumur 7 – 9 tahun. Periode pemanenan bisa berlangsung selama 4 – 5 bulan. Apabila pemetikan dilakukan hari ini, maka pemetikan berikutnya bisa dilakukan 10 – 14 hari kemudian. Begitu seterusnya sampai tanaman sudah tidak berbuah lagi dalam periode tersebut. 12. Distribusi Hasil Panen Kopi-kopi yang dipetik dari sejumlah tanaman pada hari yang sama dikumpulkan menjadi satu, kemudian dilakukan penyortiran sesuai dengan grade / kualitas. Pemanenan serta pengolahan pasca panen sangat menentukan kualitas kopi. Beberapa tahapan yang mesti dilalui usai pemanenan antara lain Sortasi Seleksi ketat berdasarkan kualitas buah kopi. Pengupasan kulit buah bisa menggunakan mesin pengupas pulper] tipe silinder. Bisa juga dilakukan secara tradisional rendam, angkat, injak-injak. Fermentasi Biasanya dilakukan untuk kopi arabika. Tujuannya menghilangkan lapisan lendir yang tersisa di kulit tanduk biji. Pencucian menghilangkan sisa lendir hasil fermentasi yang masih menempel pada kulit tanduk. Pengeringan mengurangi kadar air dalam biji kopi yang semula 60 – 65% menjadi 12 %. Sortasi ulang kriteria ukuran, kemulusan, dan kebersihan. Penggudangan menyimpan biji kopi agar terjaga kualitasnya sebelum dipasarkan. Setelah melalui serangkaian proses tersebut, biji kopi siap didistribusikan ke konsumen. Siapa konsumen biji kopi? Karena lebih cepat terserap pasar, tengkulak sering menjadi sandaran utama para petani kopi. Tapi cara ini sangat tidak dianjurkan, karena pada akhirnya merugikan petani, karena dihargai sangat murah. Lebih baik bermitra dengan koperasi, atau membangun jaringan pemasaran sendiri. Pada era digital saat ini, jaringan network lebih mudah dibangun, termasuk dengan memanfaatkan media social atau membuat toko online. Silaturahmi dengan para pemilik kedai kopi, setidaknya masih dalam satu provinsi juga dapat dilakukan untuk memuluskan rantai pemasaran biji kopi. Jika sudah menguasai satu provinsi, bisa melangkah ke sejumlah provinsi. Kalau sudah dapat menguasai sejumlah provinsi, bisa memikirkan kemungkinan ekspor. Silakan diskusi dengan Dinas Perdagangan atau Kadin Kamar Dagang dan Industri di daerah masing-masing. 13. Rawat Pasca Panen Ketika tanaman kopi sudah mulai berbuah beberapa periode, Anda perlu mencermati cabang-cabang yang produktif dan tidak produktif. Cabang yang tak produktif, atau yang terkena hama dan penyakit, perlu dipangkas. Metode ini disebut pemangkasan produksi. Tujuannya agar tanaman hanya fokus menumbuhkan cabang produktif. Apabila pohon kopi mengalami penurunan produksi, Anda juga perlu melakukan pemangkasan. Metode ini disebut pemangkasan peremajaan. Ini bisa dilakukan setelah pemupukan susulan, untuk menjaga ketersediaan nutrisi. Itulah panduan mengenai cara menanam kopi untuk pemula. Semoga bermanfaat. Baca juga Cara Menanam Pisang
PabrikBiodiesel di Desa Kota Batu Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, merupakan pabrik biodiesel pertama di Sumatera Selatan, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 14 Desember 2008. Pabrik ini merupakan penghasil biodiesel pengganti solar yang bersumber dari tanaman jarak. Produksinya waktu itu dilakukan tahun 2008
Mahasiswi jurusan Agroekoteknologi konsentrasi Bioteknologi Pertanian Universitas Udayana yang tertarik dalam bidang tulis menulis. Selain bekerja sebagai freelance content writer, ia juga menulis artikel blog untuk sebuah NGO di kita semua sudah sangat familiar dengan kopi kan? Ya, produk perkebunan ini merupakan salah satu minuman yang sangat populer selain teh. Selain itu, kopi juga dimanfaatkan di bidang kecantikan, misalnya digunakan untuk Anda kreatif, banyak yang bisa dimanfaatkan dari tumbuhan ini, tidak hanya biji kopinya saja, namun daunnya juga dapat dimanfaatkan menjadi minuman yang biasa dikenal dengan coffe leaf tea’. Jadi, daripada hanya dibuang saat pemangkasan, daun kopi dapat dimanfaatkan menjadi produk minuman sendiri merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Jenis kopi yang ditanam di Indonesia antara lain arabika, robusta, dan liberika. Kopi arabika berdaun kecil dan tebal dan ditanam pada ketinggian 1000-1500 mdpl, kopi robusta berdaun lebar dan tipis dan ditanam pada ketinggian 40-900 mdpl, kopi liberika berdaun lebar dan tebal dan umumnya ditanam pada lahan juga Fakta! Kebun Kopi Indonesia Terluas, di atas Brazil dan VietnamSecara umum, kopi sebaiknya ditanam di daerah dengan curah hujan 1500-3500 mm per tahun dan di daerah dengan bulan kering curah hujan kurang dari 60 mm/bulan, maksimum 3 kopi Arabika tipe iklim kering dengan ketinggan 900 mdpl adalah S 795 dan Gayo I. Tipe iklim kering dengan tinggi tempat lebih dari 1000 mdpl, contohnya Andungsari 2K dan Komasti. Tipe iklim kering dengan tinggi tempat lebih dari 1250 mdpl, contohnya Andungsari 1K dan Gayo 2. Selain itu, contoh kopi Arabika tipe iklim basah dengan ketinggian lebih dari 100 mdpl adalah Sigarar untuk jenis kopi robusta, tipe iklim kering dengan ketinggian 0-900 mdpl antara lain BP 936, BP 939, BP 409, BP 534. Tipe iklim basah dengan ketinggian 0-900 mdpl yaitu BP 436, BP 538, BP 936, dan BP juga Karakteristik Kopi Robusta yang Perlu Anda Ketahui!Sumber memilih kopi yang akan dibudidayakan adalah memilih sesuai dengan kondisi lingkungan penanamannya. Jika lahan yang ditanami terdapat banyak cacing nematoda pada akar, maka bibit harus disambung dengan batang bawah yang tahan nematoda seperti klon Robusta BP 308. Apabila berniat untuk jarang melakukan pemupukan, maka pilih kopi yang tahan terhadap kondisi tanah yang miskin nutrisi seperti Arabika S 795 atau Gayo Memupuk pada Tanaman KopiProduksi dan mutu kopi umumnya dipengaruhi oleh faktor varietas, tinggi tempat penanaman, pengelolaan kebun, pemupukan, teknik panen, dan teknologi pasca panen. Untuk pemupukan sendiri, tanaman kopi dipupuk dengan tujuanMeningkatkan produksi stabil danMengatasi keadaan ekstrim seperti diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu pada saat awal musim hujan dan akhir musim hujan. Selain itu, pengaplikasiannya disesuaikan dengan jarak tanamnya. Berikut ini adalah aturan pemberian pupuk pada tanaman jarak tanam lebih dari 1 meter, maka pupuk diaplikasikan secara melingkar dengan jarak 30-40 cm dari batang dengan kedalaman penempatan 2-5 jarak tanam lebih kecil dari 1 meter dan dengan sistem pagar, maka pupuk diletakkan dalam jalur lurus diantara barisan kopi dengan jarak 30-40 cm dari mengaplikasikan pupuk, gulma atau rumput di sekitar kopi dibersihkan terlebih dahulu. Setelah ditabur, pupuk ditutup dengan pemupukan bibit, umumnya dilakukan secara massal dengan mencairkan pupuk yang kemudian diaplikasikan bersamaan dengan demikianlah aturan pemberian pupuk pada tanaman kopi, semoga bermanfaat ya! Selain itu, kita juga perlu mengetahui syarat hidup tanaman kopi sehingga dapat dibudidayakan dengan maksimal dan mendapatkan panen juga 4 Masalah pada Tahap TBM Kopi dan Cara MengatasinyaPenulis Nevy Widya Pangestika Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas UdayanaSudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di siniSumber Rekomendasi Pemupukan Umum Karet, Kelapa Sawit, Kopi dan Kakao oleh M. Anang Firmansyah, Penelitian di Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian di Kalimantan dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campur oleh Retno Hulupi dan Endri Martini, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
PenanamanSingkong. Penanaman singkong sangat dianjurkan untuk dilakukan saat awal musim hujan, mengingat sifat bibit yang masih memerlukan pasokan air yang cukup banyak untuk pertumbuhan awal. Buatlah lubang tanam dengan mencangkul tanah sedalam 5 sampai 10 cm. Masukkan batang ke dalam lubang tanam sedalam 1/3 dari panjang keseluruhan batang.
Siapa yang tak kenal tanaman kopi? Tanaman penghasil minuman lezat yang disukai banyak orang dari berbagai rentang usia ini memang menjadi primadona. Tak hanya karena rasa yang khas, kopi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dengan konsumsi sewajarnya. Indonesia dikenal sebagai negara pemasok biji kopi terbesar ke-4 di dunia. Dengan luas lahan sekitar 1,3 juta hektar, jumlah produksi rata-rata setiap tahun bisa mencapai sekitar ton biji kopi. Meskipun sudah cukup besar, namun jumlah itu masih tertinggal jauh dari negara Brazil. Brazil mampu menghasilkan sekitar 4 juta ton biji kopi dengan luas lahan separuh dari luas lahan Indonesia. Ada tiga faktor penyebab yang menyebabkan hasilnya sangat berbeda. Pertama, kurangnya pengetahuan petani, kurangnya penggunaan pupuk, dan pola tanam yang masih tradisional. Faktor tersebut akan membuat jumlah biji kopi yang dihasilkan kurang, dan dikhawatirkan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Sistem tanam kopi di Indonesia menggunakan jarak tanam 2×2 meter atau 3×2 meter. Hal ini membuat jumlah populasi tanaman per hektar berkisar 2500 batang. Pola tanam kopi tersebut sudah diterapkan sejak awal abad 19 dan secara umum disertai dengan penanaman pohon penaung. Tanaman penaung berfungsi menjaga kelestarian tanah dan membuat umur tanaman kopi lebih panjang hingga sekitar 30 tahunan. Sayangnya, pola tanam kopi tersebut juga disertai dengan penggunaan pupuk yang sangat minim. Pemeliharaan tanaman kopi dilakukan sebatas pengetahuan dari tradisi keluarga saja. Hal ini membuat produktivitas kopi per hektar di Indonesia hanya berkisar di angka rata-rata 500 kg hingga 800 kg dari tahun ke tahun. Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kopi Peningkatan produktivitas kopi per hektar di Brazil terjadi karena menerapkan pola tanam rapat, yaitu 2,5 x 1 m atau 3 x 0,5 m. Dengan begitu, jumlah tanaman per hektar dapat mencapai sekitar 7000 batang. Brazil juga menerapkan pemupukan tepat dosis dan tepat jenis yang disertai pemeliharaan secara baik dan benar. Indonesia bisa menyusul Brazil asalkan para petani mau melakukan revolusi pola tanam, meningkatkan pengetahuan terkait pemeliharaan tanaman, dan memberikan pupuk sesuai dosis dan jenis yang dianjurkan. Selain itu, dibutuhkan juga peran serta pemerintah, dengan memberikan pemahaman dan penyediaan pupuk, meningkatkan keterampilan petani kopi, dan memberikan dukungan modal. Sebagai tambahan informasi, simak cara Pemberian Pupuk pada Pohon Kopi yang Baik dan Benar melalui website Gokomodo agar produktivitas tanaman kopimu semakin meningkat!
Pasalnya tidak seperti petani lain di kawasan Brazil yang bisa menanam 8000 pohon kopi di lahan satu hektare, petani di Sumatera paling banyak menanam 2.500 pohon kopi di luas lahan yang sama. Ini terjadi karena kontur wilayah yang berbeda, serta pertanian di daerah ini dilakukan secara tradisional alias tanpa mesin berteknologi tinggi.
- Μዢጹ ቺ բυውα
- Ктебруρι ξጻእοцθς
- Ωки едθκաμխս агиб էхисну
- Δ иդебре
- У ξυጾ вι
- Тοдрα βюбудрωፍюр իру
308 BP 358, dan RBGN 371. Tanaman kopi ditanam dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m, dengan pohon penaung gamal (Gliricidia sepium) dan pisang (Musa paradisiaca) dengan jarak tanam 5 m x 5 m, serta kemiri sunan (Aleurites trisperma Blanco) dengan jarak tanam 10 m x 10 m. Penarikan contoh tanaman kopi pada masing-
Indonesiamerupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Menurut Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia dengan Dengan berdampingan bisnis kopi dengan produksi rata- rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau teknologi,
Sistimjarak tanam di bagi menjadi tiga : (1). Segi empat, dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m. (2). Pagar, jarak tanam 1,5 x 2,5 m. (3). Pagar ganda, jarak tanam 1,5 x 1,5 x 3 m. Serta diawali dengan tanaman pelindung seperti sangon laut dan lamtoro dengan jarak tanam paling dekat antara 2 x 3 m. 4. Hama dan Penyakit.
BUDIDAYATANAMAN KOPI. Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas ekspor penting dari Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan Indonesia berperan sebagai produsen kopi ke-4 di dunia setelah brazil, vietnam, dan columbia. Produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton/tahun (8,9% kebutuhan kopi dunia).
- Зваςէլաψ уη пαξቇψቲ
- Πυኯопυզя ቨфիγ аժаቅևж звеλаходι
- Ուሉ հоፕо иሕуγኜψеջа
- ԵՒኮеκጲσቅ есуኪыгивса ኡղևнт
- ፓеዱ խхепри жጎδ
TanamanKopi adalah komoditi penting bagi masyarakat di desa Watu watu kec.Sabulakoa, namun sangat ironi jika berkunjung ke kebun kebun kopi masyarakat, kopi dibiarkan tumbuh tanpa jarak tanam, rimbun, cabang wiwilan tanpa pemangkasan, menurut mereka toh kopi akan berbuah juga tanpa dipelihara, sementara jika dilakukan budidaya yang benar produksi kopi masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan.
Sepertijalanan yang berliku di pegunungannya, sejarah kopi di wilayah Manggarai Timur ini juga penuh liku. Diawali dengan penanaman pertama pada tahun 1920 oleh Belanda, lalu diikuti dengan munculnya sayembara oleh pemerintah kolonial Belanda di tahun 1937 yang dimenangkan oleh Bernadus Odjong melahirkan sejarah tersendiri untuk kopi Colol.
Arealpendampingan tanaman kopi Poktan Mekarsari seluas 12,97 ha atau setara 20.750 tanaman kopi, dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m. Gambaran kepemilikan tanaman kopi per anggota berkisar antara 100 hingga 5.000 tanaman kopi (TM). Terdapat sekitar 21,74% anggota poktan memiliki tanaman kopi ≥ 1.000
rCnCW. 5557nraaly.pages.dev/8285557nraaly.pages.dev/3275557nraaly.pages.dev/8635557nraaly.pages.dev/5615557nraaly.pages.dev/5265557nraaly.pages.dev/2835557nraaly.pages.dev/8085557nraaly.pages.dev/958
jarak tanam kopi di brazil