Yangmembawa sejuta asa. Aku ingin menjadi sejuta cahaya Yang bisa membiaskan keindahanmu Yang menjingga di langit sore Yang bersinar layaknya senja. Tentu saja tak bisa Aku hanyalah aku Yang hanya punya kenangan biasa Yang kebetulan ada kamu di dalamnya. 4. Puisi Tentang Senja "Senja yang Sepi" Di ujung senja Rintik hujan basahi Jalan

Puisi Hujan – Puisi adalah kalimat yang dilontarkan oleh seseorang untuk menyampaikan perasaannya kepada publik. Puisi hujan banyak sekali mewakili perasaan seseorang tentang rindu, kenangan dan hal menyedihkan lainnya. Dalam puisi hujan ini kerap sekali di tulis oleh penulis yang terkenal sehingga karyanya mudah dikenal oleh masyarakat. Seorang yang pandai merangkai kalimat sederhana menjadi puisi yang indah adalah orang yang memiliki cerita pribadi dibalik canda tawanya. Beberapa contoh puisi hujan berikut akan mewakili sensitivitas hati saat hujan mengguyur. Menguatkan diri sendiri menjadi penolong, apapun yang hujan ciptakan, kenangan indah ataupun buruk yang terjadi adalah terbaik. Kamu Dan Hujan Aku kira, senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya Aku kira, pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan Dan aku mengira, dawai hujan akan selalu ternada Apakah kau tahu, apa itu hujan? Hujan inilah yang mengirimkanmu melewati nada rintiknya Yang begitu menenangkan dan mengalirkan melodi dalam nadi ini entah bagaimana caranya Yang aku tahu bahwa tanpamu, hujanpun enggan menjatuhkan rintiknya Kekasihku, apa benar namamu yang dibawa rintik hujan kala itu? Jika iya, maka kedatanganmulah yang memecahkan segala perkiraan yang merisaukan Yang kini menjadikanku dapat melihat senja yang begitu indah Menjadikanku dapat mengganti tinta hitam yang legam itu, yang membuatnya menjadi berwarna hingga membuatku candu Karena itulah aku hanya mau engkau tetap memberikanku melodi anggun ini Janganlah engkau memberi melodi angkuh kepadaku karena aku mencintaimu Tentang Hujan Lalu, apa katamu tentang hujan? Bagiku hujan itu suatu anugerah dimana kita bisa merasakan satu kehangatan tersembunyi Hujan itu suatu rasa syukur atas segala deraan air yang menyeka panas Merupakan nikmat tak berujung dari sang pencipta Hujan itu sebuah penjaga rahasia dimana kita bisa menangis dibalik hujan Berteriak dibalik semua gemuruh hujan terka Hujan itu sebuah simphoni dimana nada-nada yang berkesinambungan selalu terkait Dan selalu berirama untuk menjadikannya sebuah lagu diantara titik-titiknya Hujan itu sebuah lukisan dimana bumi menjadi kanvasnya dengan tetes demi tetes air hujan yang terus mengalir menjadikan suatu bekas di antara tanah-tanah yang tertindih Hujan itu juga sebuah kenangan dimana tiap air demi air yang mengalir Selalu menimbulkan bekas dan terkadang bekas itu menjadi sebuah kubangan atau hilang begitu saja Hujan itu juga sebuah keharmonisan dimana saat kemarau datang, kemudian hujan yang menerka akan menyejukkan kembali Hujan juga sebuah percintaan dimana dua sejoli yang tengah basah di derasnya hujan menjadikan payung mereka untuk berteduh diantara tetesannya Itulah hujan,,, Dimana setiap insan bisa merasakan arti cintanya Baca Juga Puisi Tentang Ibu Saat Hujan Berteriaklah di depan air terjun tinggi debam suaranya memekakan telinga Agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi Pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari Termenunglah di tengah senyapnya pagi Yang kicau burungpun hilang entah kemana agar tidak tahu kau sedang termangu Dan menangislah di tengah hujan yang lebat Agar tidak ada orang tahu bahwa kau sedang menangis Perasaan adalah perasaan Tidak dibagikan, tidak diceritakan, tidak disampaikan dia tetap perasaan Menjadi Hujan Orang-orang dewasa itu aneh Mereka bilang menyukai hujan tetapi berlindung di bawah payung Berlindung di bawah atap bahkan dari mereka memaki hujan karena telah membasahi baju mereka Mereka tidak benar-benar menyukai hujan, hanya mulutnya saja tetapi tindakannya tidak Mereka hanya mencari sensasi atau hanya sedang menjual romantisme Nyatanya, mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda dan membuat mendung suasana sekitar Sayangnya, rasa cinta mereka terhadap hujan hanya sebatas kata Mencintai hujan hanya sebatas kalimat di status media sosial Hanya menjadi foto untuk mendukung kesenduannya Aku rasa, kita tidak akan mengerti hujan kecuali menjadi hujan itu sendiri Bagaimana jika sesekali kita mendengar kata orang bahwa mereka menyukai kita Padahal di belakang kita, mereka semua tidak demikian Jika hujan memiliki perasaan, mungkinkan hujan akan merasakan apa yang sudah kita rasakan Hujan Hari Ini Bagi banyak orang, mungkin hujan sekumpulan pasukan air yang jatuh dari langit Tapi bagiku, hujan adalah sepotong kisah yang mengikatku pada sebuah kenangan masa lalu dan membawaku pada keindahan hari ini Hatiku memang terikat kepada hujan meski dalam terang aku bisa merasa dapat lebih jelas saat memandang indahnya kota yang nasibnya sama sepertiku Ya, terikat pada hujan karena tak selamanya hujan membawa sendu dibawah gelapnya mendung Bagiku, hujan selalu datang bersama keberkahan Dia pergi mewarisi teduh dan menjadikan kehangatan sebagai perasaan sempurna bersama dia yang tuhan pilihkan sebagai kekasih Hujan Dan Kenangan Hujan ini turun lagi untuk yang kesekian kali mengingatkanku tentang rintik soal waktu yang sedetik Ketika hujan ini turun lagi dari kata yang kau namakan puisi Namamu, namaku, tentang cinta yang pernah singgah Anggap saja hujan ini adalah kenangan Meski rintik yang sedetik tapi mampu mengingatkan Rindu Bersama Hujan Ketika tangan sudah tak mampu menggapainya Dan ketika bibir sudah tidak mampu mengucapkan kata-kata Disitulah aku berteduh, ketika hujan deras membasahi tubuhku Namun, tidak akan ku biarkan hujan membasahi tubuhmu Disini aku merindu, Merindukanmu yang setiap kali datang bersama hujan Lambat haripun berlalu sehingga memaksaku untuk melupakanmu Satu hari, dua hari, hingga hari-hari kemudian yang terlewati Melupakan kehadiranmu itu merupakan hal yang sangat berat karena hujan selalu mengantar bayangmu ke depan jendela Dan memaksaku untuk selalu mengingat kehadiranmu Hujan Aku suka hujan Meskipun riyuh tetapi menenangkan Baunya yang khas seringkali aku rindukan Namun hujan suka sekali membawa kenangan melintas dipikiran Hujan menyuguhkan kenangan pada kediaman dan itu seringkali Memang menyebalkan, aku harus menelan kenangan berulang-ulang Aku sangat lelah jika harus mengingatkan kenangan dengan suasana yang sedu Jika saja kenangan bisa dipilih untuk bertemu, maka aku akan memilih kenangan yang akan membahagiakanku Bukan kenangan yang datang untuk membuatku teringat dengan luka Puisi Hujan Hujan, apa kabar? Malam ini saat kau hadir seketika membawaku dalam dimensi lain Kau ajak setumpuk kenangan turun bersamamu untuk menghampiriku Saat itu aku sedang terluka dan kaulah yang setia menemaniku Hujan, kau ingat isak tangisku malam itu? Ku ceritakan semuanya kepadamu dan kau simpan baik-baik ceritaku sampai hari ini Hujan, kaulah saksi betapa kuatnya aku saat itu Hingga hari ini aku bisa berdiri dengan tegak Terima kasih untuk selalu menyejukan hatiku Hujan Hadirkan Cinta Awalnya, hujan bagiku sekedar cerita sendu Lalu ada tangis yang sama-sama mengguyur Terasa melodi yang dimainkannya begitu menyayat hati Mengundang kepedihan akan masa laluku yang pilu Namun, ternyata hujan menghadirkan cinta Seperti bulirnya yang jatuh ke kepala tanaman dengan kasih sayang, tapi juga menghantam Kini aku belajar, bahwa cinta datang dengan cara unik dan klasik Tiba-tiba datang tanpa aba-aba untuk siapa dan tanpa alasan untuk mengungkapkan Yang jelas, cinta hadir dengan cara yang berbeda dan lebih sempurna karenanya Terjebak Hujan Pada dasarnya dia datang untuk memberi kabar Padahal nyatanya hanya memberi hati yang sukar Aku terjebak dalam hujan yang tidak diharapkan Meminta rindu tetapi hanya diberi sendu dan pilu Melabuhkan karang hingga terbengkalai Seolah tidak ada sebatang kayu yang aku gapai Terima kasih atas kehanyutannya yang kau timpakan Menghempaskanku sampai terlempar ke dasar jurang Dan hujan kali ini ada yang berbeda Dimana kedinginan adalah selimut terhangat untuk jiwaku yang tersesat Hujan Dan Pelangi Hari ini hujan datang sangat deras Tapi tidak ada pelangi Mengapa akhir-akhir ini aku sering membayangkan diriku adalah hujan Dan kamu adalah pelangi Iya, aku adalah hujan yang deras yang selalu jatuh berkali-kali tanpa peduli seberapa sakitnya yang ku alami Sedangkan kamu sebagai pelangi yang selalu ditunggu saat hujan reda Pelangi memang indah, tetapi datangnya hanya sementara waktu saja Seperti itulah aku dan kamu bagaikan hujan dan pelangi yang selalu berkaitan tanpa adanya kejelasan Namaku Hujan, Bukan Air Mata Namaku hujan, bukan air mata Menjauh bukanlah perkara kekalahan Menjatuhkan diri pada hati yang gundah Bukanku bersikeras berpindah takluk angan Namun, afeksi masa lalu membalut terjal langkah Jujur saja, aku tak mau berpura-pura Aku tak lagi menangis karena aku bukan hujan Meski halus membasahi jagat semesta Tapi mengapa hujan terdefinisikan kesedihan Terjebak kenangan dalam salju memori mesra Dan entah mengapa muka ceriaku seolah lupa cara bahagia Nyatanya memang benar bahwa cinta itu buta Pergolakan hati menentang pikiran Seperti berseteruh mempertahankan diri Tapi bukankan kini bahasa cinta yang berperan? Sebab jauh setelahnya rasa itu telah sirna abadi Puisi Hujan Pembawa Kesedihan Banyak hal yang dapat dirasakan ketika hujan turun. Salah satunya ialah kesedihan. Seperti contoh puisi hujan berikut ini yang mengungkapkan perasaan kesedihan saat hujan turun. Air Mata Langit Duka semesta tak mampu lagi menahan tangis Raungan pecah mengagetkan pertiwi terlelap Teramat dalam kesedihan ia tanggung tak terbagi Begitu mengerti tentang cerminan hati Kenangan hadir bagai potongan film yang datang acak Sesekali senyum tersungging Berganti air mata deras mengalir Mengagetkan lamunan meremas dada terkoyak Satu massa tumbuh cepat menyumbat aliran udara Sesak dan sakit seperti ingin memecahkan paru-paru Dingin hujan sebeku perasaanku Memori datang silih berganti tak ijinkan beristirahat Semampu apa aku menahan? Selama hujan turun di bulan Juli Air langit tak menyentuh bumi, kurasa Jatuh berhamburan menghujan lurus ke hatiku Kenangan dipaksa masuk tanpa filtrasi Temparan-tamparan kesedihan memusnahkan keteguhan Kuat, hatiku kuat Air hujan memberi penghidupan Bisikku menenangkan Pengingat Perih Terpenjara dalam sunyi hujan tak ijinkan aku pergi Sendiri kuamati setiap inchi sarang persingahan dalam pengasingan Membiarkan angganku liar mencari bagian asik untuk dikenang lagi Mempercepat langkah saat kenangan buruk menyapa Tak aku ijinkan dia ganggu damaiku saat ini Indah sendiri menjadi bagian menarik hidup untuk ku rasakan sendiri Tanpa mengenakan topeng kepura-puraan hujan aku jatuh hati Tergantung memori terabaikan memenuhi dinding pemisah aku dan hujan Dingin hujan ia tanggung tanpa berbisik mengiba Berkas-berkas ingatan berseliweran tanpa bisa kuatur Meminta didahulukan untuk dipikirkan Siapa dia yang menyapa? Bagian masa lalu nomor 77 Cincin logam mulia terjatuh menyentuh ujung sepatu Dilempang pangeran kodok yang pernah aku cium Bersama hujan dia usaikan Istana berputri jelita telah kutemukan, katanya Baca Juga Puisi Roman Picisan Tenggelam Ariel apakah namaku kini? Hanyut dalam dasar laut nestapa semalam Ekor duyung tak membuat aku mampu berjalan jauh Hujan tenggelamkan hidupku terpisah, asing Hari lalu aku burung bersayap lebar Terbang rendah ciutkan nyali penduduk bawah Awan bersih tempat aku singgah Menatap kerdil bumi aku jauh diatasmu Duduk diatas singgasana bersama raja Elang Kami berkuasa atas langit luas Baginya aku madu kembang baru mekar Dia yang pertama merasa manisnya, katanya Baginya aku benteng tinggi Kedamaian berdima bersama Aku miliknya selamanya Ranting rapuh elang mendorong jatuh Hujan turun elang ucapkan selamat tinggal Puisi Hujan Suka Cita Turunnya hujan juga dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi seseorang. Keadaan tersebut tentunya sangat bisa dituangkan dalam sebuah karya puisi. Seperti contoh puisi hujan suka cita berikut ini. Terlampau Indah Tidak kusuka sebelumnya, tapi kini berbeda Mensyukuri setiap bagian yang takdir sajikan Penerimaan menjadikan lebih dewasa, ku rasa Hujan
 bertahanlah lebih lama Pintaku memohon langit Deras hujan terkadang memancing petir menyambar memarahi Saling beradu saing tunjukkan taring Ganas memanas dalam dingin guyuran hujan Hujan hanyutkan 100 hari kenangan dalam diam Datangkan jiwa baru penebus kelam masa lalu ku Pesona lain tak pernah tersentuh Mata harapan akulah tujuan Menari Ajakan itu tak pernah bisa aku menolak Gejolak hati, bersorak senang Anggukan kepala lagi perlu, tanda kesepakatan Sambaran tangkas mengajak jemari beradu Menyusuri rintik hujan selalu indah bersamamu Senyum adalah bagian langit yang selalu biru Langkahku langkahmu Hujan kabarkan kasih kita berseru Subur tersiram berkah langit Gemulai seirama dengan tabuhan alam Basah tubuh riasan keindahan untukku Mata-mata penuh heran menjadi tepuk tangan ditelinga bebal kita Kenapa harus aku pikirkan soal mereka Senang, hujan satukan langit dan bumi terpisah jauh Merayakan kedamaian mereka Aku dan kamu menari dibawah hujan Dunia Baru Hujan Hebat retakkan kulit bumi begitu kokoh Membuka gerbang besi setebal lengan kami penuh penjagaan Keajaiban datang untuk mereka yang pantang menyerah Mengikis perlahan menghancurkan pertahanan Dia tersembunyi aku temukan Hadir membius, putri menawan molek rupa Rambutnya aliran sungai tenang berkilau Terbalut hijau sejukkan gerah jiwa Lembut dunia baru berterimakasih Misteri surga baru kepulauan negeriku Puisi Hujan Bencana Alam Datangnya hujan terkadang menimbulkan bencana alam. Pada saat itu tentunya sebagai korban bencana alam merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Sama halnya seperti contoh puisi hujan berikut ini yang bertemakan datangnya hujan sebagai bencana alam. Amukan Peniup Kehidupan Paket kenangan menari terapung menghantam keras Deras, kotor membawa mereka tanpa ampun Entah kenangan siapa saja bercampur menjadi samar dalam aliran takdir Keruh tak terlihat kesucian berdiam Pagiku tak mampu menemukan siang Kapak besar memutus leher kehidupanku Mendiami rumah-rumah asing sekejap waktu Amukan bah tidak mengijinkan aku lengah Deras, cepat dan kasar Tanpa belas kasihan raga kosong kehilangan penghuninya Jerit mengiba tak lagi jelas terdengar Kehidupan, aku mungkin telah berubah menjadi ikan Membenamkan dalam pergilah pemilik raga Sampai disini aku mengalah sudah Menyisakan Tak berbekas mungkin akan lebih baik Memandang sisa sapuan dingin gelombang penuh ratapan Tanda tanya besar aku tak paham Penjelasan sebanyak apapun tak buat aku mengerti Aku bayi baru tanpa tanda kehidupan Darah tak lagi keluar dari sayatan Hembusan nafasku adalah duka cita Kehidupan baruku tanpa saudara Aku terlahir dari rahim gelombang mengamuk kejam Kesedihan menjadi bumiku setelah reinkarnasi Terlahir sebagai duyung namun dengan kaki Keliru Kemarin, Moyangku bukan pelaut Petani pandai yang aku dengar dari dongeng masa kecilku Kampung kami bukan pesisir, air sejauh mata memandang tampak membosankan Pegunungan hijau makmur dan indah Aku tidak suka bau ikan, kapal-kapal dan terik matahari menghitamkan kulit Beruntung terlahir dalam aroma rumput hutan Kemarin, Besar dengan buai sawah Ditimang pepohonan kuat dan udara segar Hari ini hidupku tertukar Tak tampak hijau alam kelahiranku Hilang sudah kerbau-kerbau tunggangan Kapal-kapal terapung sisa kayu tembok rumahku Musnah lahan tenggelam air mata Lereng gunung menjadi palung Damai Saudaraku Tatap nanar, saudaraku menangis Derita hidup tak lagi mau bersabar Datang bagai amukan badai Sisakan kekacauan Dimana rumah kami? tidak ada lagi rumah kami Dimana anak kami Kerusuhan, pilu, rasa lapar membuntuti menukar mereka Tanah liat, batu keras dan pasir terlihat sama Lumpur menjijikkan lenyapkan semua yang kami punya Sama rata, tenggelam dalam nestapa Pemakaman Kutemukan kau terbaring lemah Ketabahan masih tersirat jelas meski kau tidak menyuarakannya Keajaiban tak selamatkan jiwa patriotmu Menyatu dengan bumi Kau lebih memilihnya Menumbuhkan keajaiban baru untuk kami tetap tegar, begitukah? Kumohon bicaralah Senyum kemenangan tak hilang dari wajah damaimu Menang untuk apa sedang kau kini mati, Damai yang bagaimana saudaramu terjajah kekhawatiran Hujan tenggelamkan mengambil nyawa Apa kau berpesiar bersama mereka Hentikan cukup bangunlah Aku tak punya kafan untuk selimutmu di pembaringan Baca Juga Puisi Anak Puisi Hujan Pencipta Kedamaian Tak jarang pula datangnya guyuran hujan membuat seseorang merasa damai. Di dalam keadaan tersebut tak jarang pula orang mengungkapkanya dengan membuat karya puisi. Berikut ini contoh karya puisi hujan yang bertemakan hujan pencipta kedamaian. Dibalik Jendela Kedamaian hadir penuh didalam guyuran hujan Merangkai mimpi, memastikan masa depan Dialog dengan hati terkadang menegang Masa depan menjadi kekhawatiran Untukku dan untukmu tak terhindarkan Gesekan hati dan logika peperangan tanpa damai Datanglah kepadaku bersama hujan Dibalik jendela semua kan baik-baik saja Masa depan menjadi pasti, senyumlah Buang khawatir, tataplah langit tinggi Air hujan menyentuh bumi tanpa kesombongan Penuh kehidupan penebar cinta kasih Datanglah padaku di saat hujan Aroma tanah basah damaikan perselisihan Padam Api Bersahabatlah meski kita pernah bertikai Panas mari sejukkan dengan permohonan pada hujan Sekam habis gersanglah lahan Asap mengepul bendera putih berkibar Angkuhku angkuhmu lupakanlah Darah jangan lagi tertumpah Pelajaran kedamaian tercipta bersama rintik hujan Kristal kecil pencetus senyum lebar Salahku, salahmu maafkanlah Lembar hidup dicuci bersih bersama guyuran hujan Putihku, putihmu bersenanglah Kelahiran Tetesan hujan berperan sebagai bidan Benih-benih terlahir menangis kencang Latihan panjang menjadikan mereka jenderal Dunia baru menjadi lebih semarak Alam bersorak sorai riuh memecah sepi Bumi tersenyum, damai lahirlah pahlawannya Bayi itu seakan menggeliat Dibawah ketiak induknya kisah baru dimulai Rangkaian pertempuran seakan sudah nyata Dewa kehidupan menunjuk Bayi-bayi merah belum mampu membuka mata Sekuat tenaga tegakkan kepala Sombong akan takdir yang mereka bawa Banyak kenangan bersama hujan yang dapat dituangkan menjadi sebuah karya puisi tentang hujan. Selain itu puisi hujan juga dapat menjadi pelajaran bermakna positif pada setiap diri. Kesedihan dan kebahagiaan anggaplah menjadi pelajaran berharga. Apapun yang diberikan hujan kepada kita, hargailah sebagai proses pembelajaran diri menjadi dewasa. Hujan Kenangan Hujan,,, Rintikmu telah sukses membawa rindu Rinduku yang tak terarah Rinduku yang tak pernah berujung Aku rasa baru kemarin kita bercanda tawa Aku rasa baru kemarin kita menatap rintik hujan yang sama Ku rasa baru kemarin aku lihat senyum manismu Ku rasa baru kemarin kita pernah sedekat nadi hingga akhirnya kita sejauh matahari Terlalu cepat kau melangkah menjauhiku Jejakmu terhapus oleh rintik hujan Dan aku akan tetap disini dengan rintik di senja yang sama Puisi Hujan Ku Hentikan Hujan Kini matahari merindukanku Perlahan mengangkat kabut pagi Ada yang berdenyut di dalam diriku Menempuh tanah basah dendam yang dihamilkan hujan dan cahaya matahari Tak bisa ku tolak matahari memasaku menciptakan bunga-bunga Ku hentikan hujan demi matahari untuk menciptakan suasana bahagia Sengaja ku meminta hujan agar berhenti karena aku tahu Semua di dalam dunia tidak harus disertai dengan kesedihan Adakalanya kita semua juga berhak memiliki hari yang indah nan bahagia Jangan biarkan ada air mata yang jatuh membasahi pipi layaknya hujan Aku Adalah Hujan Aku hanyalah hujan yang ditakdirkan singgah sementara Yang sempat menenangkan angin yang kering Dan hujan terbuai dalam kesederhanaan itu Sampai angin itu menemukan pelangi Yang lebih indah dari sekedar hujan Yang lama-lama terasa menjemukan Hujan tetap tidak mau pergi Dengan egois tetap berusaha agar angin itu kembali Mencoba melawan takdir, kalau hujan hanyalah sementara Tetapi suatu saat dia tersadar Angin yang damai dengan pelangi adalah perpaduan yang menyejukkan Ada banyak angan yang terbunuh dibalik derasnya hujan Dan ada banyak kepingan hati yang berserakan di balik hujan yang berhenti tiba-tiba itu Dengan matahari yang membawanya hilang, membuatnya semakin terlupakan Mungkin hujan itu belajar Banyak hal di dunia yang tidak bisa sekeras apapun dia mencoba Yang harus dia lakukan adalah menerima Kau siapa? Hujan? Angin? atau Pelangi? Hujan Bulan Juni Tak ada yang lebih tabah dari hujan Bulan Juni Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tidak ada yang lebih bijak dari hujan Bulan Juni Dihapusnya jejak kaki yang ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan Bulan Juni Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu Puisi Hujan Pada hujan yang datangnya riuh Aku disini mengamati setiap bulirnya Dulu aku membicarakan hujan tanpa tau rasanya kehujanan Dulu aku mengagungkan hujan tanpa tau gigilnya seperti apa Dan dulu aku menyukai hujan tanpa tau ada rindu sisipan di dalamnya Sekarang aku hampir mengerti bahwa hujan untuk dirasakan Bukan sekedar dilihat lalu dikomentari atas nama cinta Sekarang aku berani membawa payung yang katanya melindungi dari hujan Sekarang aku suka berlari dan menyanyi di bawah hujan Biar begini saja Biar aku menyanyi, berlari sampai hujan menjadi reda Hujan Terakhir Dalam Ingatan Aku sebenarnya tak pernah rela membiarkan tubuhmu dipeluk kemarau Debu-debu beterbangan bermimpi menjadi burung Burung mengepakkan sayapnya menanti cahaya lindap Seringkali aku gagal mendekap bayangan yang bosan berjalan di belakang Ku pandangi dia, tak ada balasan hidup seperti bertepuk sebelah tangan Suara Hujan Aku selalu menyukai mata kecilmu Menenggelamkan diriku berlama-lama Berkaca-kaca dalam berbicara Begitu manis dan menguatkan jiwa Aku terlalu dalam menginginkanmu Masih sama seperti dulu Kamu bagian hujan terindahku Dalam ingatan tahun-tahun itu Kau adalah bintang terindahku Yang aku rindukan saat hujan datang Kau adalah mimpi terindahku di saat aku lelah setelah menghadapi dunia Setiap hal kecil di diri ini adalah semuanya tentangmu Kamu yang ku perjuangkan dengan utuh Meski dirimu lewat sangat datar Hujan masih tetap saja sama menjadi kisah sedih meninggalkan pedih Tetap membekas mengenang dalam hati Aku teriak sangat keras di sepanjang jalanan kota Berharap agar kau kembali disini Menahanmu lebih lama sebelum hujan pergi Sebagai sandaranmu kala berteduh Waktu gerimis semakin menderas Mengusap air mata bercampur dengan hujan Sengaja kau sembunyikan semuanya dalam hati Ternyata aku sangat bodoh Aku adalah orang bodoh yang mengerjarmu selama itu Ternyata aku tetap kekanak-kanan tidak mau berusaha mengerti tentang dirimu Kurasa aku sangat aneh karena menyukaimu Jujur saja aku sangat sulit merasakan cinta orang lain selain dirimu Sampai saat ini kau adalah kau adalah alasan duniaku menjadi lebih indah Biarkanlah aku terus menyukaimu sampai kau benar-benar menjadi milikku Hujan Malam Ini Kepergianmu seakan merenggut isi hatiku Dari kuntum rindu hingga benci kau rangkai menjadi satu Lalu dengan tenang kamu buang ke hamparan biru Ya, sebuah tempat yang tak mungkin aku tuju Bila mungkin, aku ingin kembali ke masa kita dulu Dan mengubah takdir hingga tak mengenal kamu Daripada harus cumbu mesra tanpa miliki ragamu, aku bisa apa? Sejuta sesal tak akan membuatmu rekah lagi padaku Saat hujan seperti malam ini, sendiriku semakin pekat saja Dia seperti kamu dulu, semakin erat bila hujan tiba Sendiriku di antara rindu dan benci, mengambang tenang di antara keduanya Begitu tenang, hingga rekan bibir perempuan lain seakan tak bermakna Hujan Hujan hadir di tengah perjalananku Ia turun layaknya papan seluncur di musim salju Kedinginanku menyeruak di antara derasnya Aku bertahan menunggu payungmu Aku masih menunggu payungmu Hingga saat pelangi mulai tersenyum Hujanpun menjauh,,, Dan akan ku lanjutkan perjalanan ini tanpa butuh sebuah payung Rintik Hujan Di bawah rintik hujan aku dengan puas meneteskan air mata Air mata yang terus mengalir menangisi hal yang tidak wajar Entah mengapa aku nyaman sekali dengan hujan Hujan adalah waktu yang tepat untuk mengadukan masalah Rintik hujanpun mampu membuat sejuk hati Hingga tak terasa air hujanpun ikut berhenti ketikan aku berhenti meneteskan air mata Apakah hujan ditakdirkan datang untuk mengerti perasaan orang? Semoga saat khayalanku yang konyol ini benar-benar kenyataan Sehingga aku bisa terus mengadu perasaan kepada hujan Aku juga berharap, ketika puisi hujan ini aku lontarkan semoga hujan mau menjadi temanku Hujan memang membawa mendung dan membuatku susah bepergian Tapi aku senang dengan hujan, air yang membasahi selain membuat bahagia tetapi juga membuat aku lupa dengan masalah Masalah yang sepele sampai dengan masalah yang besar sekalipun Hingga aku dewasa, aku akan tetap menjadi teman hujan Itulah beberapa contoh puisi hujan yang setiap tetes air hujannya membawa keberkahan bagi seseorang. Dan setelah hujan pergi, akan datang waktunya bahagia yang digambarkan oleh sang pelangi. Puisi Hujan
ï»żYuksimak puisi hujan yang berwarna hitam Meninggalkan lembaran-lembaran hidup yang kini berwarna hitam. Tinggal di Jakarta dan singgah di akun faiz_mao. Cerahnya sinar pagi ini ternyata tidak bisa menutupi gelapnya kehidupan. Cek juga yang dan puisi hujan yang berwarna hitam Sungailiat 16 April 2020. Puisi Tentang Mendung hitam 3 Bait 6 Baris Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di pojok tembok berwarna kuning tua ini pelan-pelan kuraih buku-buku yang ada dalam tas hitam kecil. Aku membacanya satu per satu sambil mendengar bunyi genteng yang semakin lama semakin keras akibat rintihan hujan. Kabut pun ikut menutupi daun-daun di luar bunga yang sangat indah seakan-akan ingin menyapa hujan ini dengan penuh syukur karena bisa diberi kehidupan terkhusus bagi tanaman yang kian lama kian mengering akibat tidak ada lagi air untuk diserap. Aku terus membolak-balikkan buku-buku yang ada di depanku seakan-akan teringat akan sesuatu hal yang tertinggal di asrama bangunan berwarna merah maron tua aku mengacak-acakan rambutku berusaha mengingat apa yang tertinggal di sana. Lalu, aku menemukan jawabannya. Ternyata ada catatan buku Sejarah Gereja yang tertinggal. Mengingat hari ini ada pengambilan nilai tugas dari catatan, tanpa aku mempedulikan keadaan di luar sana kabut dan juga hujan angin deras aku terbangun dari kursi lalu meraih gender pintu lalu cepat-cepat aku keluar. Kebetulan ada seorang perempuan berbadan ramping, berkulit putih bersih dan memiliki senyuman manis ketika memberi sapaan hangat di pagi hari. Di mana saja kujumpai sosok pemilik rambut air pendek melingkar di atas pundaknya, yang berlari menggunakan payung hitam. Namanya Anastasia yang biasa disapa dengan nama Mayang. Aku sangat mengaguminya selama ini. Si wanita pemilik senyum manis berbadan kurus tinggi ini lahir dari keluarga berada yang memiliki seorang ayah abdi negara dan ibu seorang guru serta memiliki seorang saudari perempuan dan seorang saudara laki-laki. "Aku sendiri paling tidak bisa saat mengingat kembali detik-detik terakhir ayah saya dipanggil kembali menghadap hadirat Tuhan. Yang membuat saya hampir meninggalkan segalanya akibat trauma dan stres yang begitu dalam karena tidak bisa habis pikir ayahku bisa meninggal dalam keadaan seperti ini ". Katanya ketika kami berdua menunggu jam latihan musik pada suatu waktu. Ketika aku berlari mengejarnya dari belakang sambil memanggil namanya namun kasihan suaraku tidak didengar akibat hujan yang semakin deras. Aku menghampirinya, saat kami bertemu, tertawa lepas sehingga suara kami ditelan oleh derasnya hujan serta kabut yang menyelimuti seluruh permukaan depan ruang kelas. Kami berdua berjalan menuruni tangga sambil ia bertanya kepadaku katanya, "Kamu mau ke mana?" Jawabku sambil tertawa kecil. "Aku mau ke asrama untuk mengambil catatanku yang tertinggal."Lucunya setiap kata yang diucapkan oleh si gadis pemilik senyum manis berbadan kurus tinggi ini aku selalu mengulanginya seperti anak kecil yang sering bercanda dengan teman sebayanya. Hal ini merupakan aksi canda kami ketika berada di dalam payung hitam kecil berjalan menyusuri lorong-lorong cat berwarna kuning di samping Aula Mgr Sulama, yang menyaksikan canda tawa kami yang ternyata juga menertawakan nasib kami yang sama pada pagi ini. Tidak disadari bahwa jas orange yang kami kenakan serta rok hitam panjang di bawah lutut sudah basah kunyup akibat hujan yang deras dan karena payung yang kami gunakan sangat kecil sehingga tidak dapat menutupi dua makluk yang mengalami nasib malang pada pagi kami kembali berdua ke kelas dengan menggunakan payung hitam kecil ini. Banyak kisah, cerita dan kebahagiaan di balik payung hitam dengan ditemani oleh hujan dan kabut tebal yang menyelimuti seluruh permukaan daun-daun di sepanjang jalan yang kami telusuri. DC dan EO Lihat Diary Selengkapnya Kekagumanatas keberadaan sang kekasih, dinyatakan dengan puisi indah yang saling sahut menyahut. " Jika ada tempat paling liar di muka bumi maka itu adalah kemilau hitam pada bola matamu, ia mampu menelan malam juga kesedihan, dan menggantinya dengan bintang." Baca juga: Theo dan Weslly Tuliskan Kumpulan Puisi dalam Tempat Paling Liar di Muka Bumi Puisi tentang hujan. Puisi hujan adalah kata puitis tentang hujan atau puisi tema alam yang berkisah tentang kata kata hujan, yang terkadang juga bercerita hujan romantis, kata malam dan hujan di pagi pengertian hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan hujan dapat terjadi dan turun membasahi bumi untuk kita nikmati sebagai karunia dari Sang Maha pencipta dan pengatur di Bumi ini, cerita puisi hujan inilah yang diceritakan dalam bait kumpulan puisi hujan dan kata puitis tentang hujan yang diterbitkan blog puisi dan kata kita ketahui hujan berkah bagi yang mengharapkan namun terkadang juga hujan menjadi malapetaka, jika hujan deras terus menerus. akan tetapi terkadang juga kejadian seperti ini, akibat dari ulah tangan-tangan jahil manusia yang tak bertanggung jawab, hal seperti ini biasanya menginspirasi penulis puisi untuk menulis kata puitis tentang hujan dan puisi hujan air hujan adalah penyeimbang keadaan alam, tergantung dari sisi yang mana kita membutuhkannya sehingga hujan membawa cerita tersendiri dalam biasanya hujan datang di tempat kita karena angin membawa awan yang mengandung hujan, ke daerah kita lalu turun hujan, jadi angin pujaan hujan, makanya turun hujan di daerah kita lalu terinspirasi menulis kata puitis tentang hujan serta puisi hujan kala hari ini akan turun hujan ditempatmu kawan, sambutlah hujan karena hujan adalah berkah, asal bukan hujan air mata sehingga tercipta kata puitis tentang hujan atau puisi judul hujan sedih berkaitan dengan kata kata hujan, puisi hujan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak kali ini adalah kumpulan kata puitis tentang hujan atau puisi menceritakan tentang hujan yang diantaranya terdapat puisi hujan romantis puisi hujan di pagi hari, namun lirik puisi hujan bulan juni tidak daftar judul puisi hujan atau puisi tentang hujan diterbitkan blog puisi dan kata bijak antara lainPuisi hujan datanglahPuisi hujan malam iniPuisi sesudah hujanPuisi KesadaranPuisi cinta seperti hujanPuisi malam semakin kelamPuisi hujanPuisi hujan menghiasiPuisi dingin menemani isakkuPuisi salamku hujanPuisi hujan IIPuisi tak seperti hujanPuisi hujan IIIPuisi kamusflase hujanPuisi hujan semalamPuisi saat hujan turunSekitar enam belas kata puitis tentang hujan dan puisi hujan yang berkisah tentang kata kata hujan serta kata kiasan hujan dalam puisi cinta hujan dan puisi rindu hujan dan lainnya sebagainya tentang puisi hujan dan Puisi Tentang HujanSaat hujan turun di pagi hari atau di sore hari terkadang membawa cerita tersendiri bagi orang orang yang mengharapkan hujan turun, kadang menjadi kenangan tersendiri, lalu menjadi kata puitis tentang hujan atau puisi hujan kenangan sebab mengingat cerita cerita yang pernah saat hujan turun kata puitis tentang hujan mengingatkan kenangan rindu walaupun hujan deras, sederas rindu pada hujan yang turun membawa kenangan di malam kata puitis tentang hujan dan cerita puisi tentang hujan dan makna puisi hujan dari masing masing puisi hujan dipublikasikan blog puisi dan kata lebih jelasnya. Yuk kita simak saja puisi tentang hujan keren dibawah ini. pilih dan baca kata puitis tentang hujan yang sesuai dengan yang anda cari dan yang inginkan. berikut ini adalah kumpulan puisi hujan yang indah dan romantis HUJAN DATANGLAHHujan datang, sirami raut wajahku dari mimpi-mimpiku,Sadarkanku bahwa siang beranjak datang, tawarkan selimut hati,Mengekang raga, menahan janganlah kau pergi,Aku masih rindu alunan tetaplah kau disitu,Aku masih belum siap melihat bergemurulah,Hingga tiada deru nafas tiada menangislah keras,Hingga tiada hatiku adalah keindahan, tapi juga berjalan di lorong hitam tanpa adalah senjaku, hujanku dan duniaku,Temaram senja yang selalu ku HUJAN MALAM INIRintiknya yang merdu,bak dentingan gelas-gelas kaca yang sengaja di simfonikan ..membawa jauh lamunanku malam ini ..bersama angin yang semilir lembut,menyentuh relung ..dan tetes-tetes bening menyejukkan ..malam ini,indah lamunanku bersamamu ..bila saja kau hadir disini, sayang ..akan kuceritakan hujan,akan kuceritakan bintang,dan akan kuceritakan cinta ..dalam peluk dan sentuhku ..hujan,sampaikan padanya ..“kau yang terindah, kau yang kurindu” ..Baca juga Puisi tentang aku dan HujanPUISI SESUDAH HUJANPuisi hujan romantis, Oleh NNSelalu ada suatu yg kian merahasiaSesudah hujan redaKata terakhir tanggalDari ujung lidah tanpa maknaSerupa nganga namun bukan luka, katamuSemacam rasa kangen namun bukan rinduBertahun mencari tak jua menemuEntah apa nama sebenarnyaManuskrip yg pernah kita baca ituTak satupun menjelaskannyaSelalu ada yg kian merahasiaSesudah hujan redaSuara suari menghilangTerjelang lengang bentang sawangSerupa kosong namun bukan hampaSemacam sunyi namun bukan sepiSelalu ada yg kian merahasiaTapi entah apa nama sebenarnyaNamun kata kata itusesudah hujan reda...kadang tertinggal tetesan yg lembut....Dan ketika mentari beradu....adalah warna indah pelangi yg menjelang...Sesudah hujan reda....adalah kabut putih terhampar bagai sutra....Sesudah hujan reda....adalah kesejukan tiada tara....merangkai damai hati...Baca juga Puisi senja di pelatara hujanPuisi Kesadaranpuisi islami hujan di malam hari Oleh NNHujan belum lagi redaMasih tetap bertenagaUntuk mengguyur alam semestaSebagai tanda rahmat_NyaTidak kah manusia menyadariBahwa ini teguran dari illahiUntuk segera bersadar diriMereka yang takabbur hatiSemoga pula manusia mensyukuriSemua rahmat dari illahiDan menjadikan diri iniLebih dekat pula pada suka menunggu hujan...Rindu begitu mengikat erat tubuhkukutunggu meskipun habis airliurkuAku suka memandang hujan...parasnya cantik lembut,sejuknya menggetarkan bulu suka menyentuh hujan...Selalu membuatku terbuai oleh irama,hasrat membara melepaskan syahwat dari CINTA SEPERTI HUJANPuisi hujan dan cinta, Oleh Delvi MelindaCinta itu seperti hujanYang tak bisa kita lihat bentuknyaJika kita berada diluar ruangYa.... Hanya bisa kita rasakanHujan, akan terlihat bentuknyaJika kita berada didalam ruangSeperti butiran air yang membasahi atap dan pohonTik.... Tik.... Tik, hujan rintik-rintikSeperti layaknya cintaYang hanya dapat terlihat oleh bahasa tubuhPerhatian, penantian, tatapan, senyuman dan belaianCinta seperti hujan....Kadang datang, kadang pergiKadang tenang, kadang gaduhKadang sejuk atau disertai badaiNamun pada akhirnya akan berwarna dan cerahTangerang, 6122014Puisi Malam Semakin KelamPuisi hujan malam hari Oleh NNHujan pun tak mau berhentiTerus saja menari nariLangitpun bernyanyiKetika para malaikat berlariSesekali di iringi kilat yang memotret bumiMalam semakin kelamHanya sunyi yang bergelayut pada alamLangit pun terus saja berwarna hitamLukiskan masa yang telah silamYang penuh gʌmbaran buramKita hidup untuk terus melangkah ke depanBukan tetap meringkuk di peraduanMenuju satu titik tujuanYang semua kan berakhir pada kematianPUISI HUJANTik tik tikSuara hujan merintikTerdengar begitu lentikIngin aku memetikGemerciknya yang cantikUntuk aku berikan padamu, cantikTik tik tikSuara hujan merintikTerdengar begitu lentikBangkalan26-12-2014Puisi Hujan Menghiasisegumpal awan tak beranjak pergiserumpun tetes hujan turut menghiasiseluruh taman enggan bersemihelaian daun pun tak besemangat lagibukan untuk gunjingan anugerah penciptabukan pula tuk di permasalahkanbahkan dingin yang di suguhkansemua wujud ke ikhlasannyaTuhan...Terima kasih atas hujanmuBaca juga Puisi Hujan PasrahPUISI DINGIN MENEMANI ISAKKUPuisi hujan sedih, Oleh Purnama SariHujan rintik-rintik suara terdengarSepertinya alam mewakili perasaankuMeringkuk dibalik selimut,kedinginanBukan ragaku saja kedinginan,namun hatiku ikut membekuSuara hujan,beradu dalam isakkuSesak didada serasa ingin meledakSudah memuncah tak tertahankanResah dan kesal lebur jadi satuBertanya pada diri,untuk apa aku menikmati semua iniUntuk apa menyusahkan hati sendiri ?Mengapa tak kubiarkan hati ini baik-baik sajaKenapa tak kubiarkan segalanya menjadi 2014Puisi SalamKu HujanPuisi hujan kesesedihan, Oleh YuandKepadamu wahai jeda yang menampung ribuan petang di pesisirku,salam hujan kupersembahkan sebagai gulatan sajakmu di nyanyian selebihan rindu yang membaur di luka senja yang membukit,lalu merangkainya menjadi kubahan langit berpelangi,menabur seharuman janji di tepian harap telah merapatkan harap di sini,di mana telah kubaurkan rindu pada selabuhan matamu yang indah,mata yang mencerita betapa kita akan menjalani setapak itu,jalanan yang pernah kita akan menerjang badai di hamparan langit,mengayuh nirwana yang telah melarung ribuan pendar di jajaran hati kita, seraup kasturi yang telah merangkai di riasan lautan harap kubentang untukmu di selabuhan hati yang pernah kutitippada senja terdahulu, senja sunyi yang telah memaki rasa di sepadan 30/12/ juga Puisi irama hujan rinduPUISI HUJAN MEMBAWA RINDUOleh NNKabut hitam menyelimutiSuara gemuruh menggelegarSetitik air menetes dalam tanganGerimis kecil merinduSuara titik-titik air kini mulai terdengarMenginjak daratan dan pudar entah kemanaBagai mutiara bening yang menggelindingDalam keheningan hujan iniTerasa begitu senyapSang mentari tak menampakkan tubuhnyaLangit terlihat begitu menghitamLangit keluarkan air beningnya dalam suasana dinginAir ini menetes begitu jauhDan bumi menampung air ini dalam luasnya samuderaAir langit ini menyebar jatuh dalam daratan tanahMengalir berdesir-desir bagai semut berlarianDalam suasana hujan iniKu lihat tetes air bagaikan butir jagungYang memberiku kesan manisHujan ini telah memberi suasana berbedaAir penyejuk dalam kehangatanHujan ini jatuh karena Sang IllahiMemancarkan kasihnya pada manusiaAir dalam hujanAnugerah-Nya yang begitu besarPUISI HUJANBy. Rony del bachtyBukan hanya sebutirRibuan juta titik berhamburanMendarat dengan sempurnaDinginkan jiwa yang naifAda rasa harap cemasGelisah basah menungguDua kekuatan penguasa nafsuBerbayang mentari tunjuk senyumanKarya Tuhan tak jua redhaMenelusup kedinginan kesepianPenantian seakan sia-siaAku menanti di siniDi balik ceraran rintik menggelitikDoa sebait terbetikTuhan, bilakah rinai mati?Berilah hamba jawabanBukan tertolak berkahmuHujan mu lembutkan kalbuSiapakah penakluk hati ini?Pantaskah ia ku miliki?Ribuan tanya menderaHati mulai membekuHasrat tak lagi mengalir derasCurahanku padamu, 17 februari 2015PUISI TAK SEPERTI HUJAN Puisi hujan 2 bait, Oleh NNEloknya hujan.,datang memberi sejuk,mendamaikan jiwa yang letih.,turun bersama gemuruh halilintar, menyentak pikiran yg jenuh.,jatuh diselingi kilat cahaya petir,sejenak beri terang dalam gelapnya hati.,cerianya hujan.,basuh kalbu yang kering,hapus lara yg menjejak dalam sanubari.,ajaibnya hujan.,memukau ku.,sebab ia hadir sebagai titik titik air cinta kasih SANG KHALIK.,sirami dunia yang selalu haus akan KAMUFLASE HUJANPuisi Hujan 2 bait Oleh IrawanTetes hujan mendarat di daun daunMengaliri selokan bertumpukan sampahHampir saja aku muak pada segala penjamuan kotor pada puisiJika tidak di runutkan oleh sapaan ajaib bernama kasihTanahku basahDi celahnya ku hujam mata air kehausan mencari makna harapanAku tertarik memandangnya dari segala sisiLalu lupa aku di sibukkan oleh pemujaan maret2015Baca juga Puisi akhirya hujan datangPuisi Hujan SemalamTinggalkan jejak kebasahanDiatas rumput dan dedaunanHadirkan tetesan embunDingin menerpa.....Hujan semalam........Menghapus debu debu dijalanan kering...Tapi mengapa Tak kau hapusLuka hati ini dengan kesejukanmuDengan dingin SAAT HUJAN TURUNHujan perlahan turunTetes demi tetesBegitu damai kurasaSaat basahmu menyentuh ragaMengguyur kering jiwaDan Kubiarkan airmuMembasuh seluruh tubuhMembawa sisa debu...luruhTerjatuh..... Di kebasahan tanahAku menggigil dinginNamun tak ingin aku beranjakMenikmati hujan sore ini..-Demikianlah puisi tentang hujan. Simak/baca juga puisi puisi hujan yang lain di blog ini. Semoga kata puitis tentang hujan dan puisi- puisi hujan di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi tentang hujan dan kata puitis tentang hujan selanjutnya, Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi indah yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
bilahitam jangan dibuat kehitam-hitaman akan menjadi penyesalan Awan sudah hitam, biarkan hujan yang akan menghentikan perdebatan hujan bisa membuat kehilangan warna telah menjadi lukisan tak akan berubah karena tangisan biarkan dalam pigura kebencian Sungailiat, 16 April 2020 Mohon tunggu Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar
Ingin membuat puisi hujan yang bermakna? Simak berbagai contohnya di bawah ini, ya! Puisi adalah salah satu karya sastra yang hingga saat ini memiliki banyak penggemar, mulai dari orang dewasa hingga kalangan muda. Jenis sajak yang satu ini biasanya berisi pandangan atau perasaan penyair mengenai berbagai hal. Oleh sebab itu, puisi seringkali memiliki makna mendalam. Puisi pun menjadi karya sastra yang tak terbatas pada tema tertentu. Bahkan, kamu pun bisa membuat puisi tentang hujan. Ya, hujan memang memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Sebagian orang menganggap bahwa hujan merupakan bentuk ungkapan kesedihan. Sementara yang lain, menganggapnya sebagai sebuah kenangan. Untuk alasan tersebut, fenomena alam yang satu ini kerap dijadikan sebagai inspirasi untuk membuat sebuah puisi. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk membuat sajak hujan, berikut beberapa contohnya! Dilansir dari berbagai sumber, inilah contoh puisi tema hujan yang memiliki makna mendalam. 1. Setetes Kenangan Hujan Dulu, Saat semburat merah jingga nan elok. Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala. Tetes kehidupan jatuh serentak. Membombardir ribuan kilometer lahan. Impresi menguap di atas tanah. Larut bersama wewangian hujan. Di bawah rintik-rintik nikmat Tuhan. Tersemat manis indahnya janji masa depan. Penuai kebahagiaan semu berselimut basah. Kini, Harus beradu dengan nestapa. Menatap seruan hina yang menyayat jiwa. Menusuk hingga rindu menyeruak keluar. Dengan satu tarikan napas gusar. 2. Hujan yang Turun Lagi Hujan ini turun lagi. Untuk kesekian kali. Mengingatkanmu. Mengingatkanku. Tentang rintik. Soal waktu yang sedetik. Hujan ini turun lagi. Menetesi kedua pipi. Membasahimu. Membasahiku. Tentang kenangan. Soal air mata yang berlinang. Hujan ini turun lagi. Dari kata yang kau namakan puisi. Namamu. Namaku. Tentang kata kata cinta. Soal rasa yang pernah singgah. Hujan ini turun lagi. Membekas di lubuk hati. 3. Puisi Hujan Bulan Juni Tak ada yang lebih tabah, Dari hujan bulan Juni. Dirahasiakannya rintik rindunya. Kepada pohon berbunga itu. Tak ada yang lebih bijak, Dari hujan bulan Juni. Dihapusnya jejak-jejak kakinya. Yang ragu-ragu di jalan itu. Tak ada yang lebih arif, Dari hujan bulan Juni. Dibiarkannya yang tak terucapkan. Diserap akar pohon bunga itu. 4. Hujan Malam Ini Gulungan awan hitam. Telah jadi tanda kehadirannya. Mengalir deras. Ia menghantam bumi. Tak ada lagi tanah gersang. Tak ada lagi bunga yang kehausan. Tak ada jiwa yang rasakan dahaga. Semua tergenangi oleh kesejukannya. Semua kini turut terdiam. Tak ada kata yang terdengar. Semua hanya bisa berharap. Dia kan datang membawa berkah. Bukan tragedi atau bencana. 5. Hujan dan Namamu Senandung lagu mendekap lirih romansa jiwa. Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam. Dalam lautan mimpi sang penghirup malam. Melawan hujan, mereguk jejak tanpa nama dunia. Dia yang mencoba membaca arah. Dalam gelap, memanggil cahaya yang tersembunyi di balik aksara. Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan. Adakah dia di sana masih terpaku menatap kenangan. Kemana kau akan berlari. Melepas pagi dan mencoba memutar mentari. Apalah kau masih terlelap dan terus bermimpi. Memuja cinta tanpa rasa haus duniawi. Kenangan hujan memanggilmu, dan tetap memanggil namamu. Meski luka mencoba menjauhkan dirimu dari putaran waktu masa lalu. Bulan di sana masih merindukanmu. Untuk kembali padanya, tanpa menghapus tangisan hujan di wajahmu. 6. Saat Hujan Turun Berteriaklah di depan air terjun tinggi debam suaranya memekakan telinga. Agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak. Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi. Pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari. Termenunglah di tengah senyapnya pagi Yang kicau burung pun hilang entah kemana agar tidak tahu kau sedang termangu. Dan menangislah di tengah hujan yang lebat. Agar tidak ada orang tahu bahwa kau sedang menangis. Perasaan adalah perasaan. Tidak dibagikan, tidak diceritakan, tidak disampaikan dia tetap perasaan. 7. Apa Kabar Hujan? Hujan, apa kabar? Malam ini saat kau hadir seketika membawaku dalam dimensi lain. Kau ajak setumpuk kenangan turun bersamamu untuk menghampiriku. Saat itu aku sedang terluka dan kaulah yang setia menemaniku. Hujan, kau ingat isak tangisku malam itu? Ku ceritakan semuanya kepadamu dan kau simpan baik-baik ceritaku sampai hari ini. Hujan, kaulah saksi betapa kuatnya aku saat itu. Hingga hari ini aku bisa berdiri dengan tegak. Akan ku berikan ucapan terima kasih karena kau selalu menyejukan hatiku. 8. Hujan Kumpulan Puisi Tentang Hujan Singkat Sumber 9. Aku, Kamu dan Hujan Contoh Puisi Hujan yang Menarik Sumber 10. Cerita Hujan Mata yang selalu bersinar. Indah senyum yang disunggingkan. Kepiawaian dalam berbicara. Anugerah Tuhan yang sungguh sempurna. Elokkah aku inginkannya? Langkah hati ingin berada di dekatnya. Alangkah indah bila tak ada benteng. Rasa hati ingin aku sampaikan. Dari perasaan yang terdalam. Yakin ini cinta dalam hati yang kunyatakan. *** Itulah kumpulan puisi hujan singkat yang penuh makna. Temukan juga ulasan lainnya seputar kumpulan puisi hanya di Agar tak ketinggalan berita terbaru, ikuti terus Google News kami, ya. Yuk, segera wujudkan keinginan untuk memiliki rumah impian bersama karena kami selalu AdaBuatKamu.
\n \n\npuisi hujan yang berwarna hitam
Ditiap rintik hujan ku selalu menantimu Menanti hadir indah warnamu yang tinggi Menanti kau membentang sukma. Pelangi yang indah Aku ingin menjadi sepertimu Menjadi warna indah setelah hitam Menjadi senyuman setelah airmata. -Rayhandi- Pelangi Oh pelangi! kaulah yang membawa senyumku, kau menyejukan hatiku sehabis hujan melindas.

Puisi Hujan yang Berwarna Hitam Karya Ahda Imran Hujan yang Berwarna Hitam Hujan yang berwarna hitam adalah hantu yang bersedih dirangkumnya sekalian malam disimpannya ke lubuk perih Jantungnya gelap adalah degup angin ngarai tangis yang sayup. Lambai yang tak sampai-sampai Semata seru di sawang yang beku Hujan yang berwarna hitam adalah hantu yang mengerang tubuhnya sedingin batang pisang dirangkumnya sekalian dendam disimpannya ke lubuk malam. 2013Analisis PuisiBerikut adalah hal menarik dari puisi "Hujan yang Berwarna Hitam" karya Ahda ImranImaji hujan hitam Puisi ini menggunakan imaji hujan yang berwarna hitam sebagai simbol hantu yang bersedih dan mengerang. Warna hitam menggambarkan kesedihan dan kegelapan yang melingkupi malam dan perih Puisi ini menyiratkan bahwa hantu-hantu tersebut menyimpan segala malam dan perih ke dalam lubuk kegelapan. Hal ini menciptakan gambaran tentang bagaimana kesedihan dan dendam dapat tersembunyi dan tertutupi dalam antara jantung yang gelap dan angin ngarai Puisi ini menciptakan kontras antara jantung yang gelap dengan degup angin ngarai. Ini menunjukkan perbedaan antara kegelapan dalam diri hantu dan kekuatan alam yang melambangkan ketidakterdugaan dan yang tak sampai-sampai Dalam puisi ini, terdapat tangisan yang sayup dan lambai yang tak sampai-sampai. Hal ini menciptakan gambaran tentang kehilangan dan ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan dengan dendam dan kegelapan malam Puisi ini menggambarkan hantu-hantu sebagai perwujudan dendam yang terbungkus dalam kegelapan malam. Hal ini menunjukkan kekuatan emosional dan kesedihan yang muncul dari dalam diri ini menarik karena menggunakan gambaran hujan yang berwarna hitam dan menghadirkan suasana misterius dan gelap. Penggunaan imaji dan simbolisme menciptakan suasana yang intens dan mendalam dalam puisi ini. Puisi Hujan yang Berwarna Hitam Karya Ahda Imran

Dimalam yang hitam ini Aku sendiri meringkuk memegang lutut Termenung aku di ambang lelah Menanti pagi yang segera mengetuk Malam ini begitu sunyi terasa Aku hanya sendiri memandang bulan Melihat bahwa di sana seseorang melihat bulan yang sama Meski nyata jarak memisah Malam ini begitu sunyi terasa Disini hanya ada sebilah rindu

Hujan siang ini telah menambah pedih lukaBelum juga kering luka lamaTelah tersiram hujan dengan deras Jahitan pun menjadi teretas Tertunda merapat kulit yang terkelupasTak ada peduli, semakin mempertegasDiri sudah memang tak pantas Setiap hujan telah menjadi lukaKetika hujan waktu itu bermulaTak berdaya melawan paksa 1 2 Mohon tunggu... Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
AviantiArmand Selalu ada langit tak berwarna dan perempuan yang menulis di bawah langit seperti itu. 15 Desember Lampu kristal itu menggantung tidak di tengah ruang. Cahayanya ragu. Di seberang meja, tanganmu yang pucat langsat memberi kode agar tirai-tirai dibuka. Aku beranjak, tapi kamu berbisik, "Tidak sekarang." Di luar, jalan-jalan bercabang seperti argumen yang membosankan.
Payung hitam terbuka diatas kepala menjadi tanda pelindung dari teriknya matahari dan hujan. Limpahan air hitam yang bercampur sisa besi dari kolam berikutan aktiviti sebuah premis peleburan di Jalan Sungai Lalang di sini menyebabkan berlaku pencemaran di. Goenawan Mohamad Sajak Puisi Kutipan Puisi tentang hujan bisa menjadi media ungkapan perasaan yang sedang dialami hujan yang berwarna hitam. Aku memandang uap itu naik sebentar lalu pergi dibawa angin. Kejadian itu menimbulkan sejumlah teori dan spekulasi yang beredar di berbagai situs media sosial. Terparah di Desa Jati Wetan yang mencapai 145 cm sedangkan daerah lainnya rata-rata bertambah tinggi sekitar 20 cm. Yah dengannya puisi hujan yang menggambarkan suasana hati akan tercurah segalanya di sana. Memang benar salah satu dampak adanya awan CB adalah terbentuknya hujan es. Payungku tak takut ketinggian. Tentu banyak cerita juga tantangan yang telah dihadapi. Misteri Hujan Berwarna Hitam di Jepang. Aku memilih hujan berwarna biru selain hitam dan merah yang tersedia di taman kota itu. Cerahnya sinar pagi ini ternyata tidak bisa menutupi gelapnya kehidupan. Hujan lalu duduk di kursi-kursi. Aku menaiki tangga hujan. Di dalam puisi tersebut imaji yang paling dominan adalah imaji visual yang ada di setiap bait dan ada sedikit imaji pendengaran pada baris. Puisi Pelangi Hitam Oleh. Hujan inilah yang mengirimkanmu melewati nada rintiknya Yang begitu menenangkan dan mengalirkan melodi dalam nadi. Sepertinya tidak terasa hampir satu bulan kita lalui bulan pertama di tahun baru ini. Katanya saat dikonfirmasi di Denpasar Bali Jumat malam. Secara tipologi puisi Hujan di Bulan Juni terdiri dari tiga bait yang setiap baitnya terdiri dari empat baris dan dengan pilihan kata yang kuat dan menunjukkan makna dalam seperti tabah dan kuat. Jan 27 2021 Puisi Hujan Hujan adalah peristiwa jatuhnya air dari atmosfer. HUJAN DATANGLAHHujan datang sirami raut wajahku dari mimpi-mimpikuSadarkanku bahwa siang beranjak pergiHujan datang tawarkan selimut hatiMengekang raga menahan langkahkuHujan janganlah kau pergiAku masih rindu alunan nada-nadamuHujan tetaplah kau disituAku masih belum siap melihat duniaHujan bergemurulahHingga tiada deru nafas tiada artiHujan. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Kumpulan Berita HUJAN HITAM. Sebagaimana pengertian hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju batu es dan slit. Komorbid Asma yang Dialami Soraya Abdullah dan 4 Berita Kesehatan Lain. Teriknya mentari membakar seluruh penghuni bumi melahirkan keringat keringat harapan anak pertiwi. Akhirnya keluar juga uap yang ditunggu-tunggu. Sungguh aku berharap perasaanku ikut terbang dan hilang bersama uap itu. Aku kira senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya Aku kira pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan Dan aku mengira dawai hujan akan selalu ternada Apakah kau tahu apa itu hujan. Kalau kita lihat di peta ada awan yang warna merah di Bali bagian tengah Bangli dan data itu terjadi pukul 1340 WITA. Hanya Desa Jatai Wetan yang air banjirnya berwarna hitam. Kau bilang cintaku tak berwarna ya aku minta maaf untuk itu bisakah kau memaklumi aku bukan tidak melakukan sesuatu kau tau sudah berapa banyak hujan. Berputar di tangan kami ketika walikota membuka festival musim hujan. Hujan itu menjadi payung. Seringkali fenomena ini dijadikan inspirasi untuk menciptakan puisi yang indah. Misalnya mewakili rasa. Apr 16 2020 Awan hitam menertawakan kita kita yang kadang tidak mau menerima apa adanya yang lari dari kenyataan bila hitam jangan dibuat kehitam-hitaman akan menjadi penyesalan Awan sudah hitam biarkan hujan yang akan menghentikan perdebatan hujan bisa membuat kehilangan warna telah menjadi lukisan tak akan berubah karena tangisan biarkan dalam pigura. Nah bagaimana dengan puisi karyamu. Kali ini kami pilihkan puisi tentang hujan di akhir Januari. Hari ini adalah hari terakhir di bulan Januari bulan yang sering kali turun hujan. Health 1947 WIB. Angin yang sedang flu meniup payungku. Buat kamu yang ingin melukiskan suasana hatimu dengan puisi hujan berikut di bawah kami berikan kumpulan puisi tentang hujan. Hujan menderu dari pelosok bumi menghempas harap air akan tumpah membasahi jejak kaki. Aku Ingin Sapardi Djoko Damono. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Misteri Hujan Berwarna Hitam di Jepang. Kumpulan Berita HUJAN HITAM. Kucing Juga Bisa Obesitas Begini Cara Pantau Berat Badan Hewan Peliharaan. Dalam fitur Insta Story di Instagram Velove mengunggah foto sang penyair berwarna hitam putih dan mengutip salah satu puisi fenomenal dari Sapardi yang berjudul Pada Suatu Hari Nanti. Mulai dari kejatuhan nuklir polusi hingga kebakaran pabrik. Mar 11 2015 Puisi hujan adalah kata puitis tentang hujan atau puisi tema alam yang berkisah tentang kata kata hujan yang terkadang juga bercerita hujan romantis kata malam dan hujan di pagi hari. Being with You. Meninggalkan lembaran-lembaran hidup yang kini berwarna hitam. Dari fenomena alam ini puisi hujan akan tercipta memori kenangan masa lalu akan dikenang. Pin Oleh Aysetu Sindanaa Di Kutipan Inspiratif Kata Kata Indah Kata Kata Motivasi Kutipan Buku Sajak Senja Kata Kata Inspiratif Sajak Kata Kata Puisi Senja Puisi Einstein Quotes Quotes Positive Quotes Semesta Tidak Diam Sajak Puisi Syair Sastra Quotes Puitis Diam Puisi Puitis Quotes Quotesindonesiasenja Saj Cinta Quotes Quotes Einstein Quotes Terbaru 30 Puisi Pemandangan Pagi Hari Keindahan Alam Download Puisi Tentang Pagi Yang Indah Islami Kata Download Puisi Hari I Pemandangan Puisi Sajak Tidak Ada New York Hari Ini M Aan Mansyur Sajak Puisi Penjara Puisi Suara Hati Lockscreen Movie Posters Apa Warna Rindumu Sajak Nasihat Yang Baik Kutipan Hidup Tidak Ada New York Hari Ini New York York Books Puisi Sastra Sapardi Puisi Sastra Sapardi Quotes Words Beautiful Words Bunga 3 Kata Kata Sajak Puisi Hasil Gambar Untuk Gambar Wanita Menangis Hitam Putih Gambar Gambar Kartun Kartun Puisi Rindu Indopoems Katakata Tentangkamu Sedih Puisi Inspirasional Sedih Selekat Itu Secinta Itu Bernapaskankata Puisi Poetry Poem Sajak Sastra Aksara Kumpulanpuisi Puisicinta Katabija Poetry Poem Poems Quotes A Poem By Mina Apratima Sajak Tanda Tanya Puisi Pin Oleh Anggoro Subakti Di Puisi Indonesia Pesan Puisi Secangkir Kopi Pin By Kimberly Klem On Űč Travel Experts Amazing Photography Cool Drawings 200 Video Klip Hd 4k Hujan Cuaca Gratis Pixabay Download Jakarta Hujan Lebat Diprediksi Berlangsung Hingga Malam Download 63 Gambar A Gambar Hujan Kartun Puisi Pendek Kumpulan Puisi Kata Kata Indah Puisi Kutipan Indonesia
Berwarnaputih, kelabu, dan terkadang hitam. Warna-warna yang membuat menawan. Lapisan tanah senantiasa becek dan berwarna coklat setiap hujan reda. Tanahku sekarang menjadi abu. Apakah anda sudah memahami pengertian puisi yang sudah disampaikan di atas? Untuk lebih memahami, berikut adalah beberapa contoh puisi tentang alam:
Puisi hujan seringkali menjadi wadah bagi para penyair untuk mengungkapkan perasaan mereka tentang kehidupan, baik dalam bentuk kebahagiaan, kesedihan, harapan, kesunyian, atau bahkan kekuatan alam yang tak terbendung. Secara keseluruhan, puisi tentang hujan memberikan makna yang mendalam dan terkadang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Namun, keindahan, kesedihan, dan kekuatan alam yang terkandung dalam hujan mampu menginspirasi dan membuat banyak penyair menciptakan puisi yang menggugah perasaan pembaca. Daftar ISIContoh Puisi Hujan Berbagai Tema1. Kesuraman Hujan 2. Hari Saat Hujan 3. Hujan dan Misterinya4. Hujan Pertama5. Datangnya Hujan6. Hujan dan Kebebasan7. Hujan di Atas Atap8. Mandi di Musim Panas 9. Hujan Ciptaan-Nya10. Hujan dan Cinta11. Kenangan saat Hujan12. Bermain Hujan13. Hujan di Sore Hari14. Hujan Mengingatkan Diriku15. Pelangi Setelah Hujan16. Musim Hujan17. Nyanyian Hujan18. Guntur Saat Hujan19. Segarkan Pagi dengan HujanKamu Suka dengan Puisi Hujan yang Mana? Ada banyak tema yang bisa diangkat dalam puisi dalam mendeskripsikan hujan, mulai dari kebahagiaan hingga kesedihan atau dari ketenangan hingga kekuatan alam. Berikut adalah 19 puisi hujan dengan tema-tema menarik yang dapat menginspirasi dan membuat pembaca terpesona. 1. Kesuraman Hujan Puisi hujan ini menceritakan hujan yang datang dengan angin musim semi. Meskipun hujan ini membawa udara segar dan kehidupan baru, tapi hujan ini juga menunjukkan sisi negatifnya dengan menghancurkan bunga-bunga yang baru berkembang. Berikut adalah puisi yang berjudul “Kesuraman Hujan”. Hujan, hujan tengah malam, tidak ada yang lain selain hujan yang lebat Di gubuk yang suram ini, hanya ada aku dan kesendirianku Mengingatkan kembali bahwa aku akan mati Dan tidak akan lagi mendengar hujan atau berterima kasih padanya Karena telah membasuhku lebih bersih dari sebelumnya Sejak aku dilahirkan dalam kesendirian ini. Berbahagialah orang mati yang dihujani hujan Tapi di sini saya berdoa agar tidak ada orang yang pernah saya cintai Sekarat malam ini atau terbaring masih terjaga Menyendiri, mendengarkan hujan Entah dalam kesakitan atau dalam simpati Tak berdaya di antara yang hidup dan yang mati Seperti air dingin di antara alang-alang yang patah Berjuta-juta alang-alang yang patah, semuanya diam dan kaku Seperti saya yang tidak memiliki cinta yang tidak dilarutkan oleh hujan deras Tidak larut kecuali cinta akan kematian 2. Hari Saat Hujan Dalam puisi ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang dapat menghancurkan kebahagiaan dan membuat kita merasa sedih. Meskipun hujan ini tidak diinginkan, puisi ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam kegelapan dan kesedihan, masih ada harapan. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hari Saat Hujan”. Hari itu dingin, gelap, dan suram; Hujan turun, dan angin tidak pernah lelah; Pohon anggur masih menempel pada dinding yang lapuk, Tetapi pada setiap hembusan, daun-daun yang mati berguguran, Dan hari menjadi gelap dan suram. Hidupku dingin, gelap, dan suram; Hujan turun, dan angin tidak pernah lelah; Pikiranku masih melekat pada masa lalu yang membara, Tapi harapan masa muda jatuh tebal dalam ledakan, Dan hari-hari menjadi gelap dan suram. Diamlah, hai hati yang sedih! dan berhentilah bersedih; Di balik awan ada matahari yang masih bersinar; Nasibmu adalah nasib semua orang, Dalam setiap kehidupan pasti ada hujan yang turun, Beberapa hari pasti gelap dan suram. 3. Hujan dan Misterinya Puisi pendek ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang misterius dan indah. Puisi ini menunjukkan bagaimana hujan dapat memperluas keajaiban alam dan membuat kita merasa kagum. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan dan Misterinya”. Hujan adalah sebuah misteri, Sebuah teka-teki yang sulit dipecahkan, Sebuah rahasia yang masih belum diketahui, Sebuah teka-teki yang tak bisa dipecahkan. Dari mana asalnya? Bagaimana ia sampai di sana? Mengapa ia jatuh dari langit? Apa yang ingin dibagikan? Apakah itu air mata dari surga, Bahwa malaikat menangis untuk kita? Apakah itu hadiah dari para dewa, Sebuah berkah yang bisa kita percaya? Apakah itu berasal dari lautan, Sebuah pesan dari laut? Apakah itu tanda dari bumi, Sebuah simbol takdir? Apapun itu, Misteri hujan, Ini menyentuh jiwa dan hati kita, Dengan keajaiban dan menahan diri. Ia membersihkan bumi dan udara, Memelihara semua yang tumbuh, Ia membasuh rasa sakit kita, Dan mengisi kita dengan harapan dan cahaya. Jadi marilah kita menghargai hujan, Dan merangkul misterinya, Karena itu adalah hadiah dari atas, Sebuah berkah untuk dilihat semua orang. 4. Hujan Pertama Dalam puisi ini menggambarkan hujan pertama yang datang setelah musim panas yang panjang dan kering. Hujan ini membawa kesegaran dan perubahan bagi manusia dan alam. Berikut adalah bait puisi hujan tersebut. Hujan pertama mengingatkan diriku Tentang debu musim panas yang naik. Hujan tidak mengingat hujan di masa lalu. Setahun adalah waktu yang terlatih tanpa kenangan. Sebentar lagi kamu akan kembali mengenakan baju tebalmu, Indah dan bersulam, untuk menahan dingin Lalu kamu memasang kaus kaki agar tetap hangat. Musim panas kemarin Terlupakan dengan datangnya hujan Guntur menggeliat dalam dada bumi. Air memeluk pohon dengan lengan tak kasat mata. Awan mengguncang tetes-tetes air dari rambutnya. Dan, hujan bukanlah cinta untuk satu musim. 5. Datangnya Hujan Dalam puisi ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang menyegarkan dan menyenangkan. Meskipun hujan ini dapat membuat kita merasa sedih dan kesepian, tapi hal ini mengingatkan kita bahwa hujan ini juga dapat membawa kebahagiaan. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Datangnya Hujan”. Aku mendengar daun-daun minum hujan; Aku mendengar daun-daun kaya di atas Memberi yang miskin di bawah Tetes demi tetes; Ini adalah suara yang manis untuk didengar Daun-daun hijau ini minum di dekatnya. Dan ketika matahari terbit, Setelah itu hujan akan berhenti, Cahaya yang menakjubkan akan memenuhi Setiap tetes yang gelap dan bulat; Saya berharap matahari bersinar terang; Akan menjadi pemandangan yang indah. 6. Hujan dan Kebebasan Puisi ini menggambarkan hujan yang turun di tengah kota dan mencuci segala sesuatu yang kotor. Puisi ini menggambarkan bagaimana hujan dapat membebaskan kita dari beban dan menjadikan kita lebih murni. Berikut ini adalah puisi hujan dengan judul “Hujan dan Kebebasan”. Dengan goresan tinta yang tebal, langit dipenuhi dengan hujan. Berpura-pura berlari mencari perlindungan tetapi diam-diam berdoa agar hujan turun lebih banyak. Di atas gema air, aku mendengar suara yang menyebut namaku. Tidak ada seorangpun di kota ini yang bergerak di bawah hujan yang tak terlihat. Halaman-halaman buku catatan saya basah, lalu menggulung. Aku telah menulis “Para yogi membuka mulut mereka berjam-jam untuk meminum air hujan.” Langit adalah semangkuk air berwarna gelap, membilas wajah Anda. Jendela bergetar; kaca-kaca yang cair bisa pecah menjadi hujan. Aku adalah mangkuk yang gelap, menunggu untuk diisi. Jika aku membuka mulutku sekarang, aku bisa tenggelam dalam hujan. Aku bergegas pulang seolah-olah ada seseorang yang menungguku. Malam runtuh ke dalam kulitmu. Akulah hujan. 7. Hujan di Atas Atap Puisi ini menggambarkan hujan yang jatuh di atas atap rumah dan suaranya yang menenangkan. Dalam puisi ini, penulis menggambarkan betapa hujan dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan pada seseorang yang sedang merasa sedih atau gelisah. Berikut adalah puisi hujan tersebut. Ketika bayangan lembab melayang-layang Di atas semua bidang berbintang, Dan kegelapan yang melankolis Dengan lembut menangis dalam air mata hujan, Betapa senangnya menekan bantal Di atas tempat tidur kamar pondok, Dan untuk mendengarkan derai Dari hujan yang lembut di atas kepala! Setiap denting di atas sirap Memiliki gema di dalam hati; Dan seribu khayalan melamun Ke dalam kesibukan mulai, Dan seribu kenangan Menenun warna-warna cerah mereka menjadi gumpalan, Saat saya mendengarkan derai Dari hujan di atas atap. Sekarang dalam khayalan datanglah ibuku, Seperti dulu, bertahun-tahun lamanya, Untuk menilik para pemimpi kesayangannya, Sebelum dia meninggalkan mereka sampai fajar; Oh! Aku melihatnya membungkuk di atasku, Seperti aku menahan diri ini untuk terbangun Yang dimainkan di atas sirap Oleh derai hujan. Lalu adik perempuan kecilku, Dengan sayap dan rambutnya yang melambai, Dan saudara laki-laki bermata cerahnya Sepasang malaikat yang tenteram! Meluncur di sekitar bantal tidurku, Dengan pujian atau teguran ringan mereka, Saat ku dengarkan gumaman mereka Dari hujan yang lembut di atas atap. Dan yang lain datang untuk menggetarkanku Dengan matanya yang biru dan indah; Dan aku lupa, menatapnya, Bahwa hatinya tidak benar; Aku ingat tapi untuk mencintainya Dengan rasa senang yang tak tertahankan, Dan denyut jantungku yang cepat bergetar Dengan derai hujan. 8. Mandi di Musim Panas Puisi ini menggambarkan hujan yang datang tiba-tiba di tengah musim panas dan menghilangkan rasa panas yang menyengat. Dalam puisi ini, penulis menunjukkan bagaimana hujan dapat membawa kesegaran dan keindahan alam yang baru. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Mandi di Musim Panas”. Setetes air jatuh di pohon apel, Lainnya jatuh di atap; Setengah lusin mencium atap, Dan membuat atap rumah tertawa. Beberapa dari tetesan hujan pergi untuk membantu sungai, Dan yang lain pergi untuk membantu laut. Aku menduga, apakah tetesan hujan adalah mutiara? sungguh berharganya semua itu. Debu berganti dengan jalan yang terangkat, Burung-burung bernyanyi sambil bercanda; Sinar matahari membuang topinya, Pohon-pohon buah menggantung. Angin membawa kecapi yang sedih, Dan memandikan mereka dalam kegembiraan; Langit mengibarkan satu bendera, Dan menandai pesta itu berakhir. 9. Hujan Ciptaan-Nya Puisi ini menggambarkan keindahan, kesedihan, harapan, dan kekuatan alam yang terkandung dalam fenomena hujan. Puisi juga ini mengajarkan kita untuk merendahkan diri pada kebesaran penciptaan-Nya dan selalu percaya akan harapan di masa depan. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan Ciptaan-Nya”. Hujan turun dari atas langit, Membawa aroma segar dari bumi yang terhidang, Membasahi tanah yang kering dan gersang, Menghidupkan kembali kehidupan yang hampir terlupakan. Tetes-tetes air yang jatuh dari langit, Seolah berbicara kepada manusia, Bahwa meski ada saat-saat yang kelam dan sunyi, Namun selalu ada harapan di masa depan yang cerah. Hujan membasahi segala yang ada, Membawa kebahagiaan bagi manusia yang merindukannya, Namun di saat yang sama, hujan juga mengingatkan kita, Akan kesepian dan kehilangan yang mungkin terjadi dalam hidup kita. Namun, di dalam hujan terkandung kekuatan alam yang tak terbendung, Sebuah kekuatan yang mengingatkan manusia akan besarnya penciptaan-Nya, Sebuah kekuatan yang membuat kita merasa kecil dihadapannya, Dan mengajarkan kita untuk selalu merendahkan diri pada-Nya. Hujan, sebuah fenomena alam yang begitu indah dan menginspirasi, Tak hanya sekedar tetesan air dari langit, Tetapi sebuah simbolisme yang dalam tentang kehidupan manusia, Yang mengajarkan kita untuk selalu percaya akan harapan di masa depan. 10. Hujan dan Cinta Puisi ini menggambarkan hujan sebagai simbolisme cinta yang terpendam dalam hati. Meski hujan seringkali dikaitkan dengan kesedihan, namun di dalam puisi ini hujan dijadikan sebagai ungkapan cinta yang membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam hati. Berikut adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan dan Cinta”. Hujan turun perlahan Membawa kenangan yang telah hilang Membasahi hati yang kering Memenuhi rindu yang terpendam Hujan datang membawa pesan Bahwa cinta yang terpendam takkan pernah usai Di dalam hati yang terhimpit rindu Hujan membawa kebahagiaan yang tak terkira Air hujan mengalir dan mengalir Seolah melambangkan perasaan yang tak pernah surut Membawa kelembutan dan kesejukan Menghapus luka dan kepedihan Hujan, sebuah ungkapan cinta Yang hadir tanpa pernah diundang Mengalir dalam derasnya rindu Menjadi pelipur lara dalam kehampaan hati Hujan dan cinta, mengalir dalam hati Takkan pernah surut seiring waktu Bersemi dalam keteduhan jiwa Menjadi kenangan yang takkan pernah terlupakan 11. Kenangan saat Hujan Puisi ini menggambarkan keindahan dan kehangatan kenangan di tengah-tengah hujan yang turun perlahan. Puisi ini juga mengajarkan kita untuk menghargai setiap kenangan yang kita miliki, karena didalamnya terkandung keindahan yang tak tergantikan. Berikut ini adalah puisi hujan berjudul “Hujan dan Kenangan”. Di sudut jendela, aku duduk bersandar Melihat hujan turun perlahan Membawa ingatan tentang masa lalu Saat kita bersama di hari yang sama Hujan yang turun mengingatkan aku Akan senyum manismu yang selalu menemaniku Dalam setiap tetes hujan yang jatuh Ada bayangan wajahmu yang tak pernah pudar Kita dulu berjalan di tengah hujan Saling berteduh di bawah payung kecil Tak peduli basah kuyup hingga ke tulang Kita tetap berjalan dengan ceria dan tawa Kenangan itu masih hidup dalam benakku Dalam hujan yang turun perlahan Aku merenungkan tentang cinta yang tumbuh Dalam pelukan hangat kita berdua Hujan masih turun perlahan Membawa kenangan yang tak pernah surut Aku tersenyum dan merasa beruntung Telah memiliki kenangan yang tak terlupakan denganmu 12. Bermain Hujan Puisi ini menggambarkan kebahagiaan dan kebebasan dalam bermain di tengah hujan yang turun lebat. Puisi ini juga mengajarkan kita untuk tidak takut dan berani mengambil resiko dalam menikmati setiap momen hidup. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Bermain Hujan”. Hujan turun dengan derasnya Membuatku tak sabar menanti Untuk keluar dan bermain hujan Merasakan tetesan air yang menyejukkan Aku mengenakan pakaian hujan Dan melompat-lompat ke hamparan rumput basah Menghirup udara segar dan menikmati keindahan Hujan turun begitu lebat, seperti selalu ada hujan Kulihat ke atas, air jatuh dari langit Dan membuatku merasa begitu kecil Tapi saat kulihat ke sekeliling Aku tak lagi merasa sendirian Anak-anak di sekitarku juga keluar Bermain hujan bersama-sama Saling berteriak dan tertawa Merasakan kebebasan dan kegembiraan Dalam setiap tetes air hujan yang jatuh Ada sebuah keajaiban yang tersimpan Mengajarkan kita untuk tak takut basah dan kotor Bermain hujan, merasakan keindahannya 13. Hujan di Sore Hari Hujan di sore hari memberikan kesan yang berbeda dibanding hujan di waktu-waktu lainnya. Puisi ini menggambarkan keindahan dan ketenangan yang muncul ketika hujan turun di sore hari. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan di Sore Hari” Di sore hari yang kelam dan sunyi Hujan turun perlahan-lahan Membuat seisi kota menjadi redup Dan suasana pun menjadi sepi Kicauan burung terdengar redup Di balik gemercik hujan yang pelan Saat dedaunan basah mulai bergerak Dan aroma petrichor menyelimuti udara Sekilas hujan terlihat begitu sepi Namun ia begitu indah untuk dinikmati Membuat setiap detik menjadi tak terlupakan Dan setiap momen menjadi abadi 14. Hujan Mengingatkan Diriku Hujan yang turun mengingatkan sosok “aku” pada masa lalu yang telah terlewati. Puisi ini menggambarkan perjalanan hidup seseorang yang pada masa lalu pernah mengalami masa sulit dan gelap. Namun, hujan memberikan inspirasi untuk memulai hidup baru. Berikut ini adalah puisi hujan tersebut. Hujan yang turun di sore ini Mengingatkanku pada masa lalu yang telah terlewati Pada saat-saat ketika aku menangis Dan hujanlah yang menjadi temanku Gemercik hujan seakan memanggil namaku Mengajakku untuk melupakan masa lalu Dan memulai hidup yang baru Hujan mengingatkan diriku pada ketegaran Pada saat-saat ketika aku terpuruk dan lemah Ketika hujan adalah satu-satunya teman yang kumiliki Namun kini aku menyadari Bahwa hujan bukanlah satu-satunya teman yang kumiliki Aku punya teman dan keluarga yang selalu mendukungku 15. Pelangi Setelah Hujan Puisi ini menggambarkan bagaimana hujan dan pelangi saling melengkapi satu sama lain dalam memberikan makna hidup. Hujan memberi kesegaran dan ketenangan di saat dunia penuh dengan kekacauan, sementara pelangi memberikan harapan dan keindahan. Berikut adalah puisi hujan berjudul “Pelangi Setelah Hujan”. Hujan turun dari langit Membasahi bumi yang haus Membawa kesejukan dan ketenangan Di saat dunia penuh dengan kekacauan Namun ketika hujan berhenti Ada sesuatu yang indah terjadi Pelangi terbentang di atas kita Seakan memberi harapan pada hati yang resah Pelangi berwarna-warni Menyiratkan keindahan yang tak terkatakan Menghiasi langit dengan keanggunannya Menjadikan dunia lebih indah untuk dijalani Hujan dan pelangi, tak terpisahkan Keduanya memberikan arti yang berbeda Hujan membawa ketenangan dan kesegaran Sedangkan pelangi memberi harapan pada hati yang hancur Pelangi setelah hujan Mengajarkan kita tentang keindahan hidup Bahwa tak ada kesedihan yang tak berakhir Dan bahkan dalam kegelapan, masih ada sinar terang 16. Musim Hujan Puisi ini menggambarkan tentang keindahan musim hujan, di mana hujan turun dengan lembutnya membawa kesegaran dan kebahagiaan bagi alam dan makhluk hidup. Hujan juga mengingatkan kita akan keagungan Sang Pencipta yang memberikan karunia dalam hidup ini. Berikut ini adalah puisi hujan tersebut. Musim hujan datang dengan gemuruhnya Membawa kesejukan dan kesegaran yang sejati Suaranya yang menggelegar membangunkan bumi Menyadarkan kita akan keagungan Sang Pencipta Hujan turun dengan lembutnya Membasahi bumi yang haus akan kasih sayang Menghidupkan tumbuh-tumbuhan yang layu Memberi makanan bagi binatang yang lapar Setiap tetes hujan adalah kenangan Akan sebuah cinta yang mengalir dalam jiwa Mengingatkan kita akan keindahan alam Dan kebesaran Sang Pencipta yang terlalu besar Musim hujan bukanlah saat yang suram Namun ia adalah saat keindahan yang terukir abadi Dalam hati yang tenang, kita menyambutnya Dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang tulus 17. Nyanyian Hujan Puisi ini menggambarkan tentang keindahan dan keteduhan yang terpancar dari hujan dan nyanyian yang dihasilkannya. Hujan dan suaranya mengajak kita untuk merenung, mengintrospeksi diri, dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Nyanyian Hujan”. Lagu hujan yang membasahi bumi Mengalun indah memenuhi jiwa Dalam hening yang penuh ketenangan Kita merasakan betapa suci dan murni Nyanyian hujan memenuhi alam Menjadi simbol keindahan yang abadi Mengajak kita untuk berdiam diri Dan merasakan kebesaran Sang Pencipta Dalam gemuruh hujan yang menggelegar Kita mendengar getaran yang dalam Mengajak kita untuk merenung dan introspeksi Merasakan kedekatan kita dengan Sang Pencipta Hujan yang turun membasahi bumi Membawa harapan bagi yang merindukan Menghilangkan dahaga di hati kita Dan membuka pintu keindahan yang baru 18. Guntur Saat Hujan Puisi ini menggambarkan keindahan dan kekuatan yang terpancar dari guntur dan hujan yang terjadi dalam alam. Guntur menggelegar dan hujan yang turun membawa kehidupan yang baru dan membersihkan segala debu dan kotoran dalam hidup kita. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Guntur Saat Hujan”. Guntur menggema, hujan turun membasahi Kekuatan alam menyatu dalam gemuruh Menjelma dalam bentuk yang spektakuler Menggugah ketakjuban dalam jiwa yang merinding Dalam guntur yang menggelegar Kita merasakan kekuatan alam yang hebat Mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta Yang mampu mengatur segala hal di dunia Dalam hujan yang turun membasahi bumi Kita merasakan kekuatan kehidupan Membasuh segala debu dan kotoran Membawa kehidupan yang baru dalam kehampaan Guntur hujan mengajak kita untuk merenung Merasakan kekuatan yang luar biasa Mengingatkan kita akan keagungan Sang Pencipta Yang memelihara segala sesuatu dengan tangan-Nya 19. Segarkan Pagi dengan Hujan Puisi ini menggambarkan betapa hujan pagi yang menyejukkan dapat membawa kesegaran dan kedamaian pada pagi yang baru dimulai. Hujan pagi juga dapat memberikan kesan yang membuka kesadaran dan memulai hari dengan semangat yang lebih baik. Berikut ini isi puisi hujan berjudul “Segarkan Pagi dengan Hujan”. Hujan pagi yang menyejukkan Menyapa hari dengan basahnya Menyegarkan udara pagi yang lesu Menghapus rasa kantuk yang membuai Air hujan yang jatuh di atas dedaunan Membuat segarnya aroma di udara Menyentuh hati dan memulai harimu Menyegarkan pagi, membawa kedamaian Suara gemuruh hujan di jendela Menambah semangat di pagi hari Membuka kesadaran yang sempat terkunci Membuat hati lebih terbuka dan sejuk Hujan pagi yang menderas Membuat semangat dalam mengawali hari Menciptakan kenangan yang tak terlupakan Dengan segarnya udara pagi yang basah Kamu Suka dengan Puisi Hujan yang Mana? Dari 19 puisi hujan yang telah dibahas di artikel ini, dapat disimpulkan bahwa hujan adalah salah satu tema yang paling populer dalam dunia sastra. Tema hujan dalam puisi dapat mengekspresikan perasaan dan pemikiran tentang kehidupan manusia dan alam semesta.
Oleh halley kawistoro Setiap pagi telah tersaji Secangkir kopi hitam di pelataran jendela Menanti sejuk untuk ku seruput Setiap pagi ada sebuah janji Putih dan hitam tidak terbagi Di sebelah warna pelangi pekat setelah mendung tadi Setiap pagi ada secangkir kopi Untuk memberi energi di perjalanan hari Menatap mimpi mengukir harap

Memasuki musim hujan, membaca buku sambil bersender di sofa atau tempat tidur, akan jadi lebih nikmat dengan suasana dingin. Apalagi jika membaca buku kumpulan puisi yang syahdu. Puisi memang bisa jadi jalan untuk mengungkapkan isi hati, karena terwakili dari rangkaian kata-katanya yang Poetry Day yang dirayakan pada tiap tanggal 21 Maret adalah hari di mana kita melestarikan puisi sebagai budaya kesusastraan dan menghilangkan kesan kuno pada puisi. UNESCO menetapkan hari puisi pada Konferensi Umum ke-3 di Paris, Perancis pada tahun 1999. UNESCO menganggap puisi merupakan karya seni yang memiliki peran penting pada sejarah dunia. Maka dari itu, Hari Puisi Sedunia bertujuan untuk mendukung keberagaman bahasa melalui ekspresi puitis, mengapreasiasi para penyair dunia, serta meningkatkan semangat untuk kembali menikmati dan menciptakan kita nikmati puisi indah dengan berbagai bahasan yang dibalut kata-kata khas estetik dari buku-buku kumpulan puisi berikut ini. Dijamin cocok untuk menemani hari-hari sejuk di musim Buku Kumpulan Puisi Terbarue___y - Gratiagusti Chananya RompasBaca Puisi Indah di Sini! Gratiagusti Chananya Rompas kembali melahirkan puisi-puisi indahnya. Dengan judul yang unik, puisi ini berisi kegundahan hati dan segala pikiran Mbak Anya dalam hidupnya. Seperti dalam blurb-nya, kumpulan puisi ini membebaskannya dalam menulis tentang apapun yang ia mau dan ia rasakan. “bunga bunga tumbuh menjadi semak belukar di an- tara gigimu menjalar menyelubungi kepala melingkari leher dan perlahan merayap membungkusmu sampai ke ujung jari jari tangan kakimu merampas segala yang istimewa dari tubuhmu—" Tempat Paling Liar di Muka Bumi - Theoresia Rumthe & Weslly JohannesBaca Puisi Indah di Sini! Pasangan ini menulis kumpulan puisi cinta bersama, dan kini kamu bisa menemukan kembali dengan sampul buku yang baru. Karya Theo dan Weslly ini bukan sekadar perihal cinta, tapi benar-benar mengistimewakan hal-hal sederhana dari pasangan. Bersyukur atas tiap helai rambut kekasih, setiap jengkal kulit dan lekuk tubuhnya, setiap helaan napas, hingga setiap isi kepalanya. Kekaguman atas keberadaan sang kekasih, dinyatakan dengan puisi indah yang saling sahut menyahut. " Jika ada tempat paling liar di muka bumi maka itu adalah kemilau hitam pada bola matamu, ia mampu menelan malam juga kesedihan, dan menggantinya dengan bintang." Baca juga Theo dan Weslly Tuliskan Kumpulan Puisi dalam Tempat Paling Liar di Muka BumiKink - Ray ShabirBaca Puisi Indah di Sini! Sebagai seorang model dan juga penulis, Ray Shabir kembali sukses merilis buku kumpulan puisinya. Buku ini menceritakan bagaimana perasaan sakit yang selama ini ia rasakan dan ia pendam. Tak hanya bait-bait puisi berbahasa Inggris, tapi juga terdapat ilustrasi yang didominasi oleh warna merah muda, sehingga sisi estetika dari buku ini pun semakin puisi tentang hal ini membuatnya lega, menemukan kembali dirinya, dan jadi pelajaran untuknya dalam mempelakukan diri dengan baik. Kumpulan puisi ini jadi cara Ray Shabir meletupkan emosi dan gairah generasinya lewat puisi. "Apocalypso. Apocalypso. Apocalypso. I’ll scream your name when the reign is ours." The Lyrics of Self-Acceptance - R. Yuki AgriardiBaca Puisi Indah di Sini! Perpaduan antara seni bergambar warna-warni, Yuki R. Agriadi mengumpulkan petikan pendek tentang memahami dirinya sendiri. Segala rasa yang selama ini ia pendam, diledakkan dengan gambar krayon dan penggalan kata di buku ini. Bisa dibilang, ini adalah kamus Yuki tentang bagaimana cara berbenah diri dan merefleksi diri. "Do I ever notice is it privilege to have choice?" Baca juga Ledakan Warna dan Pengalaman di Buku The Lyrics of Self-Acceptance Karya Seniman R. Yuki AgriadiKepada Cium - Joko PinurboBaca Puisi Indah di Sini! Meski pertama kali terbit pada tahun 2007 lalu, kini kamu sudah bisa mendapatkan buku kumpulan puisi ini dengan sampul baru seperti balutan daun pisang. Tulisan Jokpin selama setahun dari 2005-2006, masuk dalam 30 kumpulan puisi dalam buku yang kita tahu, ciri khas tulisan Jokpin yang jenaka dan unik, namun tetap terasa getir membahas suatu isu kehidupan. Di sini kita akan merasa campur aduk dan masuk ke imaji tanpa batas. "Uang, berilah aku rumah yang murah saja yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku, yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku." Tantrum - Adhan AkramBaca Puisi Indah di Sini! Benang kusut yang terpendam dalam emosi dan pikiran Adham Akram, tertulis lewat puisi yang ia buat pada tahun 2018 hingga 2019. Kumpulan puisi ini dilengkapi dengan beberapa foto-foto, yang akhirnya buku ini terbit di tahun 2021. Tantrum yang biasa dirasakan oleh anak kecil, ternyata bisa dirasakan ketika kita kamu yang sedang dilanda banyak pikiran tak jelas, namun tak tahu bagaimana cara menyampaikannya, dan begitu banyak pertimbangan saat ingin mengutarakannya pada orang lain, buku ini akan terasa relate. Di mana akhirnya segala yang kita rasakan kita tahan, keluar menjadi tangisan atau jeritan yang hanya terpendam di kepala. "bibit kegelisahan yang aku tanam pada kering tubuh ini, semakin bertunas dari hari ke hari. merambat buas dan tak pernah puas. menyerap, haus dan tak kenal putus" Buku Minta Disayang - Rintik SeduBaca Puisi Indah di Sini! Setelah bukunya minta dibanting, tapi sekarang minta disayang. Hal ini karena cocok untuk kamu yang abis PDKT, jatuh cinta, tapi putus, dan Tsana ingin menyayangi kamu semua. Sajak-sajaknya bukan sekadar penggalan, tapi ada storyline dan membuat buku ini terasa interaktif. Buku ini hadir untuk kamu agar bisa terasa dipeluk dan dihibur. “Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik.” Home Body - Rupi KaurBaca Puisi Indah di Sini! Menjadi karya ketiga dari Rupi Kaur, ia berhasil membukukan kumpulan karya puisinya yang biasa ia tulis dalam satu frame postingan Instagram. Pendek, padat, namun lugas dan tegas. Kecemasan dan depresi dalam diri, ia sampaikan lewat penggalan kata yang maknanya sangat mudah puisi ini mengajak kita untuk hidup lebih mindful, kita perlu rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan selalu sadar mana kenyamanan yang layak dan mana yang justru hanya melenakan."aku berhenti melawan/ perasaan tidak nyaman/ dan menerima bahwa kebahagiaan/ tidak berhubungan/ dengan rasa nyaman sepanjang waktu// - seimbang."Digulung Pandemi, Digalaukan Chat History - Faizal RezaBaca Puisi Indah di Sini! Putus di masa pandemi? Pasti sulit, sepi, dan terasa sendiri. Kumpulan puisi cinta menggebu masa-masa lalu dan segala hal di masa pandemi, tertulis dalam buku kumpulan puisi ini."berakhirnya kita akan kukisahkan bersama pohon yang menjadi beton, sungai yang menjadi kolam renang, sawah yang menjadi mal, kampung yang menjadi pabrik, atau tetangga yang bekerja menjadi para penjaga. karena kalau tak dilebih-lebihkan atau dihebat-hebatkan, cinta kita terlalu biasa saja."Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau - M. Aan MansyurBaca Puisi Indah di Sini! Kumpulan puisi ini telah memenangkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2021 sebagai Karya Puisi Terbaik. Puisi ini berisikan tentang cinta, rindu, luka, dan kecewa, baik untuk pasangan, keluarga, bahkan negara. Keresahan atas pikiran Aan tersampaikan dalam 41 puisi ini. Ada sajak manis tentang keluarga, hingga yang menggetirkan tentang isu negara."malam alangkah raya. segala perkara sudah tidur, kecuali namamu & pikiranku. namamu kaki-kaki hujan. pikiranku sungai yang tidak lelah berjalan."Baca juga Puisi Indah Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau Meraih Penghargaan SastraAda Nama yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi – Kang MamanTentang cinta di antara dua orang, rasa luka, sedih, senang, perpisahan, maupun kelanjutan sebuah hubungan. Bisa untuk remaja yang baru merasakan jatuh cinta, bisa juga untuk hubungan cinta yang sudah masuk proses pendewasaan. Ditambah dengan ilustrasi yang berwarna, buku ini cocok untuk kamu yang ingin melihat perspektif lain dari besarnya makna cinta dan Puisi Indah di Sini! “Yang mengaku sanggup hadapi segalanya sendiri, diam-diam juga mengharapkan didampingi. Yang merasa sangat teguh kukuh, berlapis baja sekalian, butuh penguatan, butuh dikokohkan. Yang terlihat tak pernah mengeluh, tetap butuh dipeluk hingga luruh dan luluh."mBoel – Sapardi Djoko DamonoMenjadi buku terakhir dari Almarhum Eyang Sapardi yang dikhususkan untuk mBoel, panggilan sayangnya kepada sang istri tercinta. Puisi-puisi yang tak hanya sekadar ungkapan cinta, namun juga arti perdebatan, pengorbanan, percakapan, dan keserasian dalam pernikahan Almarhum Eyang Sapardi. Coba ikut rasakan interaksi pasangan yang hidup bersama bertahun-tahun dalam balutan kasih sayang, dari 80 sajak di Puisi Indah di Sini “Napas yang kauhela, dan kautarik, menjauh pula, bilang aja kangen, pengin kupeluk.”I See You Like a Flower – Na Tae JooPenuh ilustrasi bunga, Na Tae Joo sang sastrawan populer di Korea menuliskan berbagai puisi menyentuh hati. Tak hanya tentang cinta dan kerinduan, tapi juga penuh dengan sarat hidup akan tanggung jawab, peduli, serta perubahan waktu dan sering menjadi referensi untuk drama korea seperti Encounter, dan sering terlihat dibaca oleh para idol Korea. Cocok untuk dibaca saat musim hujan, karena puisinya yang menghangatkan Bukunya di Sini “Ada jalan yang ingin kulalui meski orang berkata jangan. Ada orang yang ingin kutemui meski ia tak ingin bertemu. Ada kegiatan yang ingin kulakukan meski sudah dilarang. Hal itu adalah kehidupan dan rasa rindu. Yaitu dirimu”Selama Laut Masih Bergelombang – Mariati AtkahPenuh tema yang kental dengan suasana laut dan khas orang Sulawesi. Beberapa kosakata menggunakan bahasa Bugis, tentang kegelisahan, putus asa, kesedihan, dan jatuh cinta yang Bukunya di Sini “Berapa kali umpan harus kulemparkan, agar engkau mengerti. Aku sedang mencari, hati yang kau sembunyikan, di balik gerigi karang.”Dreams, Spelled in Poetry – Helena NatashaSetelah merilis buku puisi pertamanya pada Love, Spelled in Poetry, yang bertema kisah perjalanan seorang gadis mengenal cinta, kecewa, dan kembali menemukan cinta. Kali ini dilanjutkan tentang arti dari “dreams in a beautiful way” yang merupakan hasil dari perasaan si penulis gaya kata berima, mudah dibaca, dan tidak begitu tebal, buku ini cocok untuk lebih semangat pada mimpi walaupun dibaca kala hujan Bukunya di Sini “Dreaming feels like boarding a magic carpet. I'm flying into the night imagination shaping the clouds, hands holding the stars. No fear, just the magic I trust. It'll take me to a place I don't know yet, somewhere I belong.”Panduan Sehari-hari Kaum Introver dan Mager – Lucia PriandariniBuku ini walaupun berjudul panduan’, tapi tetap buku kumpulan puisi yang sangat sejalan dengan keadaan di masa ini. Tentang password Wi-Fi, orang yang suka membuka Instagram Stories-nya sendiri, bahkan video YouTube yang mempunyai segala macam tutorial, baik dari yang penting sampai yang remah-remah’ keseharian yang sajaknya sangat menggelitik, miris namun tetap menghibur, Lucia berhasil menyusun kata-kata kreatif dengan makna dalam dari fenomena sosial zaman sekarang. Buku ini terasa akrab dan dekat, bisa menjadi cara untuk mengungkapan perasaan para kaum Bukunya di Sini “Anakku melihat jejak kanal YouTube yang kubuka. Cara membuka tutup galon tanpa merusaknya. Ia menatapku dan bertanya. Ibu, mengapa Tuhan tidak membuat tutorial tentang cara mengatur dunia?”Itu dia buku-buku kumpulan puisi yang bisa jadi pilihan bacaan ringan di kala hujan. Jangan lupa siapkan minuman hangat untuk menemani sesi membaca kamu ya. đŸ”Spesial buat kamu, masih banyak buku kumpulan puisi yang bisa kamu dapatkan di Jangan lupa cek semua promo yang sedang berlangsung di dari diskon hingga harga spesial di bawah ini!😉Temukan Semua Promo Spesial di Sini! Sumber foto header Shutterstock

Kamudan Hujan Aku kira, senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya Aku kira, pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan Dan aku mengira, dawai hujan akan selalu ternada Apakah kau tahu, apa itu hujan? Hujan inilah yang mengirimkanmu melewati nada rintiknya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mantra hujan, mantra hujan"Segeralah, rapalkan dengan batinmu yang kuat" serunyaAku terkatup dan menunduk lebih dalamBagaimana bisa mantra hujan aku rapalkanBukankah hari begitu terik dan kepadatan lalu lintas di kepalaku sungguh membuat tumpulIngatan yang bertubi-tubi berjejalan tanpa ada ruang jeda" Sudahlah, rapalkan saja dan lihat bagaimana nanti!" tukasnyaYa, mantra hujanSebentar, aku lihat langitkuMasih saja menyimpan merah tanpa ada titik hujanBagaimana bisa aku merapal mantraTak ada sedikit tanda aku perlu merapalnya segeraAku bersungut memutari halaman rumahMencari tanda lebih terang daripada kilau cahayaAku malah lebih buram menelisik tiap tandaPadahal aku masih harus mencari sebelum sungguh aku merapalnya dengan rela"Oh Tuhan, mengapa kau masih saja bersikukuh tak merapalnya?Apa yang kau tunggu?!Menunggu langitmu terbelah dan terbakarLalu kau turut mengabu dalam kekacauanmu sendiri?Itu yang kau mau?sungguh?!Sudahi, segala retorika dan logika yang hilir mudik seharian ituKau sedang tertipu!"Ia berteriak kencang bagai angin menderuGumanku sekedar debu baginya, mungkin Sebenarnya aku tak perlu menggunakan logika terlalu jauhAtau beretorika kesana kemariBagiku, kewajaran yang diterobos oleh tingkah yang merusakSudah mencukupi terbakarnya langit batinkuLalu agar aku tak sama dengan pelakuAku harus merapal mantra hujan?Begitu?Ya begitulah, mantra hujan hanya untuk meneduhkan langitku sendiriSedangkan bagi pelaku masih ada pintu keluar dari kata maafSungguh absurd! Tapi aku memahami seruanmu, teriakanmuMantra hujan harus kurapalkan segeraAgar aku tak ikut terbakar dalam kobaran dan mengabuMeski sebagai penyaksi terhadap laku yang kejiDan kesewenang - wenangan tingkah yang melukai nuraniAku harus sungguh rela merapal mantra hujanAku ingin langitku turun hujan agar airmataku bisa membanjiri sisi kerinduankuAtas nama kasih sayang, empati, simpati dan kehormatan diriAku merapalnya dengan sungguh-sungguhJauh didalam cangkang malam yang hitamAgar ketika hujan datang, tak ada yang melihat airmataku berwarna merah!Aku rela! Lihat Puisi Selengkapnya

SelamaMembaca dan Berliterasi. AWAN HITAM BERPELANGI Oleh : Halley Kawistoro hembusan angin mulai bergerak menyapa di sela-sela wajah membawa hawa dingin dan sejuk sesekali menusuk tubuh yang lemah. muncul gemuruh di atas langit burung berterbangan sesekali menepi dari kebingungan mata kita pun terpaku menunggu waktu

Pagi yang indah, di hari sebelum semuanya berubahHandphoneku bergetar dengan kerasSeolah tidak sabar untuk menyampaikan sebuah rinduKulirik, ada namamu terpampang di layarAndai kamu lihat senyumku saat ituCerah, bahkan langit pagi ini tak sanggup menandinginyaKamu selalu berkata padaku tentang bagaimana kamu menyukai hujanTentang bagaimana rintik-rintik itu berpacu menuruni jendela rumahmuDengan kita di dalamnyaAsik bersenda gurau diantara kopi yang mengepul panasPerlahan hanyut, dalam tatapan satu sama lainAku sungguh menikmati saat-saat ituNamun, diam-diam aku selalu merindukan matahariBagiku, matahari terbit menandakan muncul halaman baru yang siap diberi warnaTentu aku bersemangat, karena aku tau ada kamuYang menjadi warna penting dalam setiap lembar kehidupankuKehangatan pagi seperti inilah yang selalu aku rindukan setiap malamPagi ini dinginnya keterlaluanSeperti dinginnya sikapmu padakuSemenjak kamu memutuskan untuk pergi dari hidupkuMataku yang sayu menatap ke depan dengan kosongTak tahu mau kemana, tak tahu juga arah jalan pulangKopi yang ada di depanku nampak pula kedinginanKuaduk-aduk lagi dengan bimbangAkhirnya, keluar juga uap yang ditunggu-tungguAku memandang uap itu naik sebentar lalu pergi dibawa anginSungguh, aku berharap perasaanku ikut terbang dan hilang bersama uap ituCerahnya sinar pagi ini ternyata tidak bisa menutupi gelapnya kehidupanMatahariku sudah tenggelamMeninggalkan lembaran-lembaran hidup yang kini berwarna hitam putihPergi, memutuskan untuk menjadi senja selamanya IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Ekty.
  • 5557nraaly.pages.dev/442
  • 5557nraaly.pages.dev/828
  • 5557nraaly.pages.dev/841
  • 5557nraaly.pages.dev/684
  • 5557nraaly.pages.dev/20
  • 5557nraaly.pages.dev/390
  • 5557nraaly.pages.dev/412
  • 5557nraaly.pages.dev/766
  • puisi hujan yang berwarna hitam